Hari 1 Kerja, 49 ASN Sukoharjo Tidak Masuk

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pemkab Sukoharjo menerjunkan tim khusus untuk memantau kehadiran aparatur sipil negara (ASN) usai libur panjang Lebaran. Hasilnya diketahui ada 49 ASN yang tidak masuk karena berbagai alasan. Satu ASN diantaranya tidak masuk kerja tanpa alasan. Semua hasil temuan pemantauan dilaporkan langsung ke pemerintah pusat sebagai penilaian kinerja ASN.

 

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, Senin (10/6) mengatakan, sudah membentuk dan menerjunkan tim khusus untuk memantau kehadiran ASN pada hari pertama kerja usai libur panjang Lebaran. Tim tersebut berasal dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Pemantauan dilakukan tim dengan mendatangi secara acak sejumlah OPD. Petugas melihat secara langsung semua absen para ASN di OPD tersebut. Absen tersebut baik elektronik sidik jari dan manual tanda tangan.

Tim khusus juga memastikan kehadiran ASN usai libur panjang Lebaran dengan melihat secara langsung keberadaan fisik pegawai. Hal itu untuk memastikan ASN datang ke kantor untuk bekerja dan tidak melakukan pelanggaran.

"Tim sudah bekerja memantau kehadiran ASN usai libur panjang Lebaran. ASN wajib masuk kerja dan apabila melanggar maka ada sanksi yang akan diberikan. ASN boleh izin karena sakit tapi tetap harus menunjukan bukti surat keterangan sakit dari dokter," ujarnya.

Pemkab Sukoharjo sebelumnya sudah memberikan sosialisasi kepada semua ASN mengenai jadwal libur dan masuk kerja usai Lebaran. Dengan demikian maka ASN diharapkan menaati dan tidak boleh melakukan pelanggaran.

"Kinerja ASN sekarang dipantau secara ketat termasuk saat hari pertama hari kerja usai libur Lebaran. Ada sanksi yang diberikan apabila melanggar," lanjutnya.

Bupati memastikan semua hasil pemantauan pada saat hari pertama kerja usai libur Lebaran dilaporkan langsung Pemkab Sukoharjo ke pemerintah pusat. Laporan itu wajib dilakukan sebagai penerapan aturan baru sekaligus pengawasan kinerja terhadap ASN.

"Hasil pemantauan semua dilaporkan ke pusat. Berapa yang masuk dan tidak masuk kerja. Jadi ASN tidak bisa curang karena pantauan pusat sangat ketat," lanjutnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan dan Informasi Data Aparatur Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sukoharjo Surasa mengatakan, tim yang diterjunkan untuk memantau kehadiran ASN pada hari pertama kerja usai libur panjang Lebaran berasal dari gabungan BKPP dan Inspektorat. Pemantauan dilakukan secara acak dibeberapa OPD dengan melihat absensi pegawai baik elektronik sidik jari maupun manual tanda tangan.

Hasil pemantauan diketahui ada 49 ASN tidak masuk kerja pada hari pertama usai libur Lebaran. Rinciannya, satu ASN izin, 13 orang cuti, tujuh sakit, enam orang dinas luar kota, 21 orang turun piket dan satu orang tanpa keterangan apapun. Satu ASN tanpa keterangan ditemukan di Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). ASN tersebut bakal menerima sanksi sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

BKPP Sukoharjo mencatat semua hasil temuan di lapangan untuk dilaporkan ke Pemkab Sukoharjo dan pemerintah pusat. Sistem laporan ke pusat dilakukan karena ada ketentuan baru terhadap pemantauan kinerja ASN.

"Hasil pemantauan kami catat dan laporkan. Semua kami rinci seperti alasan izin, sakit sampai tanpa keterangan. Kami cek kebenaran alasan tersebut," ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI