Harkitnas, Siswa SD Ajak Bangkit Lawan Malas

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO (KRjogja.com) – Puluhan siswa SDN 2 Sukoharjo melakukan cara berbeda untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) dengan kampanye Bangkit Lawan Malas. Aksi dilakukan dengan mengajak langsung masyarakat bangkit dan membuang rasa malas demi kebaikan sendiri dan bangsa Indonesia.

Aksi dilakukan para siswa dengan berjalan kaki dari Jalan Veteran menuju ke patung perjuangan di proliman Sukoharjo Kota, Sabtu (20/5). Siswa juga membawa tulisan berukuran besar untuk dipampangkan di pinggir jalan.

Guru Kelas VI SDN 2 Sukoharjo Isviana Eryka Sari mengatakan, rasa malas sudah wajar dimiliki oleh setiap manusia. Namun malas tersebut akan menjadi masalah apabila memiliki porsi berlebih. Karena itu setiap manusia termasuk siswanya diajak untuk bangkit dan melawan rasa malas.

Rasa malas memiliki dampak buruk untuk setiap manusia karena sulit maju. Para siswa SDN 2 Sukoharjo mengajak pada diri sendiri dan masyarakat untuk memerangi rasa malas demi kebaikan sendiri dari bangsa. “Orang sekarang memiliki kecenderungan rasa malas karena salah satunya faktor kemajuan teknologi seperti handphone dan lainnya. Jadi malas itu harus dilawan dengan bangkit dan bekerja keras,’ ujarnya.

Momen Harkitnas dipakai SDN 2 Sukoharjo untuk mengugah masyarakat bangkit melawan malas. Sebab masih banyak tantangan kedepan yang perlu dihadapi. “Malas akan membuat siswa tertinggal, malas juga berdampak pada tidak majunya bangsa. Jadi harus bangkit,” lanjutnya.

Koordinator aksi dari Museum Rekor Sukoharjo (Muresko) Bimo Kokor Wijanarko mengatakan, aksi para siswa sangat unik. Sebab mereka mengajak pada diri sendiri dan masyarakat untuk bangkit melawan malas.

Salah satu usaha melawan rasa malas dikalangan siswa yakni dengan penerapan jam belajar. Seperti di rumah siswa harus belajar dan tidak boleh bermain apalagi menggunakan handphone saat jam tertentu. “Jam wajib belajar pada malah hari perlu digalakan lagi. Siswa harus belajar dan bangkit melawan malas. Mereka para generasi muda bangsa harus pandai,” ujarnya.

Salah satu siswa SDN 2 Sukoharjo Bayu mengatakan, kampanye bangkit melawan malas dilakukan siswa pada momen Harkitnas. Malas membuat siswa menjadi bodoh dan tertinggal dibanding lainnya. “Sebagai generasi muda siswa harus belajar dan tidak boleh malas,” ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI