Harpi Melati Melenggang di De Tjolomadoe

KARANGANYAR, KRJOGJA.com -Sebanyak 14 busana pengantin asal berbagai suku di Indonesia dipamerkan di De Tjolomadoe, Sabtu-Minggu (5-6/10). Ajang ini juga menjadi arena bersaing para perias pengantin dalam menyajikan karyanya. 

Adapun 14 busana itu menampilkan tata rias tersendiri, diantaranya Solo Putri, Solo Basahan, Solo Putri Modifikasi, Jogja Putri, Jogja Paes Ageng, Jogja Paes Ageng Jangan Menir, Gaun Berhijab dan Bali Madya Pakem. Para model melenggang di atas karpet merah di stasiun penguapan bekas pabrik gula yang kini disulap menjadi ruang pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran (MICE).

Ini merupakan kali pertama Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (Harpi) Melati Kabupaten Karanganyar menyelenggarakan event parade rias dan fashion show bekerjasama dengan Pemda. Antisias masyarakat dalam mengikuti pameran lumayan bagus. 

"Ini bisa menjadi forum berbagi ilmu. Bisnis rias pengantin juga selalu laku keras. Di kali pertama festival ini, semoga membuka jalan pertemuan semua bidang untuk lebih sukses," kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono dalam sambutannya.

Event ini tak hanya mempertontonkan fashion busana pengantin daerah dan tata riasnya, namun juga membuka wawasan melalui bedah karya masing-masing penata rias dan busana. Juliyatmono mengatakan berbagai kalangan profesional di bidang hiburan telah memiliki wadah berorganisasi. Diharapkan, gerakan di organisasi itu memudahkannya meraih sukses. 

"Sebentar lagi festival kuliner nusantara di De Tjolomadoe. Semua organisasi itu boleh pameran di sini. Ada wadah untuk pengusaha sound system, seniman dan sebagainya," katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Titis Sri Jawoto mengatakan event selanjutnya bakal mengusung konsep fashion busana pengantin dan tata rias dunia. 

"Pengantin dari berbagai belahan dunia bisa dipamerkan oleh Harpi Melati. Tentunya akan kita persiapkan lebih matang dengan dukungan APBD," katanya. (Lim)
 

BERITA REKOMENDASI