Harus Kantongi KIA, Sragen Miliki Program ‘Semedi’

SRAGEN, KRJOGJA.com – Sedikitnya 70 ribu dari total 236 ribu anak di Kabupaten Sragen sudah mengantongi Kartu Identitas Anak (KIA). Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) setempat mematok target setidaknya 50% anak harus sudah memiliki KIA pada 2019. 

Target itu juga didukung dengan ketersediaan material, alat pencetak dan pelayanan Sedino Mesti Dadi (Semedi) yang diterapkan untuk pelayanan KIA. Respon masyarakat Sragen juga sangat tinggi untuk membuat KIA bagi anak-anak, karena KIA dianggap seperti KTP bagi anak-anak.

Kepala Dispendukcapil Sragen, Haryatno Wahyu Lwiyanto Rabu (9/1/2019) mengatakan, pada awal tahun ini pihaknya memang sudah membuka pelayanan pembuatan KIA. Setelah dibuka, respon masyarakat sangat baik. Warga rela antri lama untuk sekedar mengurus KIA bagi anaknya. "Bahkan warga yang tinggal jauh dari kota, sampai rela menyewa bus bareng-bareng untuk mengurus KIA. Terutama warga daro wilayah Sragen utara seperti Gemolong, Plupuh, Miri dan Kalijambe," ujarnya.

Menurut Wahyu, warga yang rela menyewa bus itu biasanya diberi prioritas supaya satu rombongan punya nomor urutan yang sama. Dispendukcapil menyiapkan tiga alat cetak untuk melayani para pemohon KIA. Mengingat gedung utama Dispendukcapil masih dalam renovasi, pelayanan KIA untuk sementara dilakukan di gedung yang biasa dipergunakan menyimpan arsip kependudukan.

Wahyu mengungkapkan, persediaan material dan alat tulis kantor (ATK) pembuatan KIA masih mencukupi. Apalagi untuk blangko pengadaan bisa dilakukan daerah dan tidak tergantung dari pemerintah pusat, seperti blanko KTP. "Pengadaannya bisa dilakukan daerah, tapi blanko KIA harus standar nasional. Jadi bentuk dan ukuran yang di Sragen dengan daerah lain sama," tandasnya.

Sedangkan untuk persyaratan pembuatan KIA dirasa mudah, cukup KTP orang tua, fotokopi kartu keluarga dan fotokopi akte kelahiran. Untuk anak yang masih di bawah lima tahun, KIA tidak dilengkapi foto anak, sedang yang sudah di atas lima tahun dilengkapi foto anak. "Sistemnya memang seperti itu, di bawah lima tahun tanpa foto dan di atas lima tahun memakai foto anak," tambahnya.(Sam)

BERITA REKOMENDASI