Hasil Karya Pendidikan Vokasi Resmi Meluncur ke Pangsa Pasar Domestik

SURAKARTA, KRJOGJA.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi) meresmikan pengiriman produk perdana Mesin CNC Bubut Leanturn ke pangsa pasar domestik. Mesin ini adalah hasil kolaborasi antara SMK St. Mikael, Politeknik ATMI Solo, dan PT. ATMI Solo. Kolaborasi antara satuan pendidikan vokasi dan industri ini menjadi salah satu bukti bahwa pendidikan vokasi mampu menghasilkan produk nyata untuk digunakan masyarakat.

Mesin CNC Bubut Leanturn ini sudah masuk ke dalam aplikasi SIPLah (Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah). Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi), Wikan Sakarinto, mengaku bangga dengan prestasi tersebut karena tidak mudah untuk masuk ke dalam sistem SIPLah.

“Produk CNC buatan SMK St. Mikael ini juga telah melewati uji aspek presisi, aspek durability, dan aspek konsistensi kepresisian dalam ribuan jam produksi, sudah sesuai standar industri,” terang Wikan Sakarinto di Surakarta, pada Jumat (17/12/2021).

Menurutnya, ini menjadi suatu pencapaian yang luar biasa bagi SMK St. Mikael atas kerja keras mereka dalam mengimplementasikan konsep Link and Super Match yang telah digaungkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbusristek.

“Kami ingin sekolah-sekolah yang lain dapat mencontoh praktik baik ini sehingga akan tercipta produk-produk lain yang bermanfaat melalui proses pembelajaran pembelajaran berbasis industri (teaching factory) dan pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning yang disingkat PjBL) di satuan pendidikan vokasi,” kata Wikan.

BERITA REKOMENDASI