Hasil Penelitian UNS Limbah PT RUM Masih Dibawah Baku Mutu

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO (KRjogja.com) – Akademisi dari Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) dilibatkan untuk mencari sumber masalah dan solusi terkait keluhan masyarakat akibat limbah diduga dari PT Rayon Utama Makmur (RUM) Nguter. Pemkab Sukoharjo sengaja melibatkan UNS sebagai lembaga independen. Hasilnya diketahui limbah bau yang dihasilkan PT RUM masih dibawah baku mutu atau belum berbahaya.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, Senin (1/1) mengatakan, Pemkab Sukoharjo serius menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait dampak limbah diduga dari PT RUM Nguter. Pemkab Sukoharjo sudah menerjunkan petugas untuk melakukan penanganan. Selain itu juga dilibatkan dari lembaga independen yakni UNS.

UNS sengaja dilibatkan Pemkab Sukoharjo sebagai lembaga pendidikan kredibel. UNS dianggap mampu karena memiliki kelengkapan peralatan dan sumber daya manusia (SDM). “Tim dari UNS sudah turun ke lokasi mendatangi pabrik PT RUM Nguter. Hasilnya pemeriksaan sudah ada, limbah bau masih dibawah baku mutu atau belum berbahaya,” ujar Wardoyo Wijaya.

Wardoyo Wijaya mengatakan, sudah melihat hasil pemeriksaan dari tim UNS. Hasil itu dikuatkan dengan bukti laboratorium yang sudah dikeluarkan. “Itu hasil dari UNS bukan saya. Saya bicara juga berdasarkan dari data UNS,” lanjutnya.

Ketua Program Studi S3 Ilmu Lingkungan Pascasarjana UNS Prabang Setyono mengatakan, benar UNS diminta secara resmi oleh Pemkab Sukoharjo untuk membantu mencari sumber masalah dan solusi terkait keluhan masyarakat terhadap limbah bau diduga dari PT RUM. Prabang mengaku sudah mendatangi pabrik PT RUM Nguter untuk melakukan pemeriksaan.

Limbah yang dikeluhkan masyarakat Nguter yakni berkaitan dengan bau tidak sedap atau busuk diduga dari PT RUM. Saat datang ke pabrik PT RUM, Prabang ditemani oleh warga, pegawai pabrik dan petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo.

“Saya tidak punya kepentingan apapun terkait masalah ini. Saya hanya sekedar menjalankan tugas setelah Pemkab Sukoharjo meminta secara resmi bantuan ke UNS. Saya sudah melakukan pemeriksaan dan dilakukan juga penelitian di laboratorium. Hasilnya sudah keluar menyatakan limbah bau PT RUM Nguter masih dibawah baku mutu atau belum berbahaya,” ujarnya.

Penelitian terhadap limbah bau dilakukan dengan melibatkan laboratorium independen dari Ecostar Laboratories Tangerang. Parameter yang dipakai dalam penelitian yakni kandungan H2S (Hidrogen Sulfida), NH3 (Ammonia) S02 (Sulfur), NO2 (Nitrogen Dioxide). Semua hasilnya menunjukan masih dibawah baku mutu atau belum berbahaya.

Saat melakukan pemeriksaan di pabrik PT RUM, Prabang mengatakan ada temuan sumber masalah yang jadi penyebab limbah bau.”Diperkirakan terjadi pada titik unit transfer dimana limbah sebelumnya dalam bentuk cair berubah menjadi udara atau gas yang menyebabkan bau. Saya sudah berikan masukan pada pihak manajemen pabrik terkait temuan itu,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI