Hasil Riset UNS: Limbah Cangkang Sawit Bisa Tekan Penggunaan BBM

Editor: KRjogja/Gus

SOLO, KRJOGJA.com – Limbah cangkang kelapa sawit yang selama ini hanya dibuang, berhasil dimanfaatkan menjadi sumber energi pemanas hot mix asphalt atau campuran beraspal panas melalui proses gasifikasi. Hasil riset ini jika diaplikasikan mampu menekan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) fosil.

“Tidak hanya itu. Energi panas dari cangkang sawit juga lebih murah, jika diandingkan solar,’ jelas Dr Sunu H Pranolo, peneliti Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Sunu dan kawan-kawan meriset teknologi gasifikasi cangkang sawit pada proses aspal hotmix.

Inovasi pemanasan yang ditemukan tanpa berdampak penurunan kualitas aspal hotmix. Itu sudah dibuktikan dari hasil pengaspalan jalan sepanjang 3 Km. Kekawatiran bercampurnya arang limbah cangkang ke aspal juga tidak terjadi. Artinya aspal hotmix tetap memiliki kualitas seperti yang dipanaskan dengan solar.

Sumber panas itu bisa dimanfaatkan industri Asphalt Mixing Plant (AMP) yang di Indonesia jumlahnya lebih dari 800. Jika sebagian AMP ini memanfaatkan hasil riset UNS, bisa dipastikan lebih efisien dan menekan konsumsi BBM.

Memang saat mengawali pengolahan cangkang diperlukan investasi untuk pemasangan instalasi alat gasifikasi. Jika dihitung biaya produksi relatif lebih rendah bila dibandingkan bahan bakar minyak. Untuk memanaskan aspal hotmix 1 ton dibutuhkan hanya 30-40 kilo cangkang sawit yang harganya Rp 700/kg. Sementara jika menggunakan BBM, setiap ton aspal hotmix membutuhkan 14 liter.

UNS

BERITA REKOMENDASI