Henry Indraguna Ajak Konstituen Tolak Politik Uang

KARANGANYAR, KRJOGJA.com-  Caleg DPR RI Dapil Jateng V (Solo, Sukoharjo, Boyolali, Klaten) dari Partai Perindo KRAT Henry Indraguna SH, CLA, CIL meminta masyarakat menolak segala bentuk politik praktis seperti pemberian uang, barang dan keuntungan instan dari pihak-pihak yang maju dalam kontestasi politik.

Menurutnya, sudah saatnya Indonesia merealisasikan revolusi mental. “Saya suarakan revolusi mental 2019, no money politics. Sudah cukup rakyat kita dibohongin, dibodohin dengan amplop Rp 25 ribuan, Rp 50 ribuan. Setelah jadi, anggota DPR itu tidak akan datang lagi, karena merasa sudah membeli suara rakyat. Jika itu caranya, tidak akan ada perubahan dan Indonesia akan dipenuhi koruptor terus,” katanya usai menghadiri konsolidasi nasional Simpatisan Ormas Tikus Pithi Hanoto Baris di Alun-Alun Karanganyar, Minggu (31/3).

Ia optimistis masih terdapat pihak-pihak maupun individu yang menginginkan terwujudnya idealisme demokrasi. Yakni tanpa intimidasi maupun iming-iming uang. Meski ia tak menampik, sebagian konstituen politik mendamba keuntungan instan. Fakta di lapangan, mereka cenderung memandang sebelah mata calon maupun kubunya yang pelit. Konsekuensi dari cara yang dia pilih, menurut Henry adalah dipilih atau tidak dipilih.

“Yang jelas, kami datang dengan niat membela wong cilik. Jika niatnya baik, hasilnya akan baik. Wong niat ra apik wae iso didukung, apalagi kalau niatnya baik,” ujarnya.

Ia menyontohkan sikap ideal simpatisan Ormas Tikus Pithi Hanoto Baris dalam konsolidasinya, yakni berbekal mandiri. Ia sendiri merasa terhormat dapat bergabung di ormas tersebut sebagai Dewan Pusat Bidang Hukum.

Ketua Pusat Ormas Tikus Pithi Hanoto Baris Tuntas Subagio meminta agar seluruh simpatisan Tikus Pithi mengajak keluarga, saudara maupun tetangga dan kawannya, mendukung caleg maupun calon senator yang berasal dari ormas tersebut. 

“Dengan konsep sekasur, sedapur, sesumur, ajak istri, suami, keluarga, kerabat, untuk mendukung caleg dari Tikus Pithi, baik  yang mencalonkan diri di DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi maupun kabupaten,” tandasnya. 

Menurutnya, sudah saatnya Tikus Pithi memiliki wakil di lembaga legislatif, yang bisa lebih berperan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju.

“Indonesia sudah merdeka 73 tahun, tapi masih negara berkembang. Karena itu, Tikus Pithi harus ikut berperan, menjadikan negara ini semakin maju, melalui anggotanya yang ada di legislatif,” tegasnya. (Lim)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI