Hibah Kelompok Peternak Masih Tertahan

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Bantuan hibah ke peternak senilai miliaran rupiah masih tertahan. Alasannya, para calon penerimanya belum memenuhi syarat administratif.

“Yang belum memenuhi syarat banyak. Seperti kelompoknya terdapat PNS dan tidak memiliki badan hukum,” kata Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Karanganyar, Siti Maesyaroch KRJOGJA.com, Jumat (21/08/2020).

Ia mengatakan bantuan hibah tersebut biasanya diusulkan melalui program aspirasi anggota legislatif maupun pengusulan oleh mantri ternak. Nilainya lebih dari Rp 1 miliar. Penyaluran di tahun lalu biasanya mulai triwulan I. Namun pada tahun ini, belum dilakukan sama sekali.

“Bukannya tidak akan disalurkan, tapi kami lebih berhati-hati dalam menyalurkan. Jangan sampai pengelolaannya asal-asalan. Aturannya kelompok berbadan hukum dan mengajukan proposan. Saat disetujui pencairannya tunai via rekening, selain itu penggunaannya harus sesuai rencana,” tambahnya.

Sementara itu, hibah ke 16 kelompok petani telah dilaksanakan dengan pagu anggaran Rp 585 juta. Bantuan tersebut diharapkan segera dipakai untuk meningkatkan produktivitas pangan, hortukultur hingga pengadaan alsintan.

“Nilai hibahnya bervariasi. Mulai Rp10 juta sampai Rp100 juta per kelompok. Penggunaannya seperti untuk membeli jamur, tanaman obat, bibit jeruk, sarpras pertanian, cabai, pembuatan sumur dalam hingga alsintan,” kata Siti.

Siti memastikan bantuan tersebut tanpa potongan. Sayangnya tidak semua pemohon bantuan pertanian lolos verifikasi. Dari 26 kelompok tani, hanya 16 saja yang memenuhi syarat.

Kepada para penerima bantuan, Bupati Karanganyar Juliyatmono meminta ketentuan administratif benar-benar diterapkan. Jika menyelewengkannya, siap-siap berurusan dengan penegak hukum. Bantuan itu disalurkan melalui rekening Bank Jateng.

“Kalau sudah cair, belanjakan sesuai RAB. Ini akan menstimulasi petani tetap bersemangat menanam. Sebab, hanya pertanian yang tidak secara langsung terpengaruh dampak Covid-19,” katanya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI