Hiii..Rumah Karantina Berhantu Bikin Kapok Pemudik Bandel

Editor: KRjogja/Gus

SRAGEN, KRJOGJA.com – Para pemudik yang kembali ke Sragen harus siap-siap dikarantina di rumah angker jika nekat melanggar komitmen karantina mandiri. Pemudik yang bandel tetap keluyuran saat masa karantina mandiri akan ditempatkan dalam satu rumah kosong yang dikenal angker.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati Kamis (30/4) mengatakan hal tersebut terjadi di Desa Sepat, Kecamatan Masaran. Apa yang terjadi di Desa Sepat tersebut adalah kesepakatan bersama untuk mengatasi pemudik yang bandel. Karantina di rumah kosong yang disebut-sebut angker itu merupakan penerapan kearifan lokal memanfaatkan ketakutan banyak orang Jawa terhadap hantu.

Yuni menjelaskan, ide tersebut muncul ketika ada laporan dari Pemerintah Desa Sepat soal adanya pemudik yang melanggar aturan. Pemudik itu nekat berpergian ke luar rumah padahal masa karantina mandiri selama 14 hari belum rampung.

“Waktu saya cek di salah satu posko, petugas posko bertanya ke saya. Ibu kalau ada pemudik tapi tidak komitmen bagaimana? Keputusan apapun kalau ada bisa kami lakukan? Kemudian saya bilang kalau ‘nggak’ komitmen lagi, ada rumah kosong yang berhantu ‘nggak’ di sini. Kalau ada pemudik nakal lagi masukkan situ,” jelas Yuni.

BERITA REKOMENDASI