Hindari Longsor Susulan, Warga Jatiyoso Mengungsi

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Satu keluarga asal Dusun Blodro Rt 27/Rw XIII Desa Tlobo, Kecamatan Jatiyoso mengungsi dari rumahnya yang porak poranda akibat dihantam longsor. Rumah tersebut merupakan salah satu lokasi terdampak bencana alam di Jatiyoso.

"Rumah pak Wagino dari Dusun Blodro tertimpa bukit. Rusak parah. Sekarang, lima anggota keluarganya diungsikan dulu ke kerabat. Jangan pulang dulu karena masih ada kemungkinan longsor susulan. Hujan deras pada Rabu (07/02/2018) malam memicu longsor di banyak titik. Namun, dipetakan dalam tujuh lokasi. Ada pekarangan dan jalan," kata Kasi Trantib Kecamatan Jatiyoso, Haryanto, Kamis (08/02/2018).

Diceritakan, tebing di depan rumah Lasino labil. Rumahnya belum aman ditempati, mengingat hujan belum berhenti mendera di wilayah Jatiyoso hingga Kamis siang. Tim BPBD bersama sukarelawan di Jatiyoso juga belum siap membersihkan sisa longsor.

"Takutnya malah mengancam keselamatan sukarelawan kalau longsoran dibersihkan. Sebab, tanah di beberapa lokasi masih bergerak," katanya.

Dalam laporan sementara, kerugian materi mencapai ratusan juta rupiah. Selain di rumah Wagino, kerusakan hunian akibat longsor pada Rabu malam dialami warga Dusun Gersono Rt 01/Rw XV Desa Karangsari, Lasino; rumah warga Pacet Rt 02/Rw II Desa Karangsari, Kasino dan rumah warga Watugede, Wonokeling. "Tidak ada korban jiwa," katanya.

Dibagian lain, warga Daleman, Ngringo, Jaten diinstruksi waspada banjir. Luapan Sungai Bengawan Solo menggenangi pukuhan rumah mereka. Berdasarkan pantauan, ketinggian muka air sungai itu mencapai 8 meter lebih hingga Kamis pagi. Dalam hal ini, pos pantau Jurug mengkategorikannya siaga kuning.

"Luapannya masuk pelataran masjid di muka kampung. Kami sudah terbiasa menghadapi banjir. Pengamatan oleh warga akan sangat membantu. Begitu Bengawan Solo mengancam, sudah langsung bergerak mengungsi," kata Ketua Rt 07/Rw VI Dusun Daleman, Budi HS. (Lim)

BERITA REKOMENDASI