Hindari Utang, Dana Desa Dicairkan Tiga Tahap

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Dana Desa Kabupaten Karanganyar tahun 2018 Rp 139 miliar disalurkan dalam tiga tahap. Cara tersebut untuk menghindari utang belanja modal pemerintah desa di awal tahun.

“Dulunya, pencairan dua tahap saja. Tahap I Dana Desa di bulan April. Nah, Pemdes untuk bisa mencairkan dana itu harus mengerjakan proyeknya dulu. Kebanyakan, mereka pinjam sana sini agar proyek awal tahun bisa berjalan. Ini yang melatarbelakangi pemerintah mencairkan Dana Desa tiga tahap. Tahap I di Januari atau Februari sebesar 20 persen. Tahap II sekitar April sebesar 40 persen dan tahap III pada Agustus sebesar 40 persen,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermasdes) Karanganyar, Utomo Sidi Hidayat kepada wartawan di rumah dinas, Selasa (6/2).

Mekanisme tersebut disampaikannya ke kades, sekretaris dan bendahara desa yang hadir di sosialisasi pencairan dana transfer tersebut di rumah dinas bupati. Utomo mengatakan, pencairan tahap I tahun ini mutlak dilandasi laporan penggunaan Dana Desa 2017.

“Dengan 20 persen yang dicairkan di awal tahun, diharapkan pemerintah desa bisa lebih leluasa memakai uangnya. Tanpa harus berutang ke koperasi atau lainnya,” katanya.

Adapun cara mencairkan Dana Desa tahap II dan III masih sama seperti tahun lalu, yakni melaporkan dulu penggunaan dana dan prestasi kegiatan tahap sebelumnya.

Lebih lanjut dikatakannya, Dana Desa pada tahun ini ditransfer ke satu rekening saja.

“Dana Desa masuk ke desa melalui single account rekening Bank Jateng. Pada tahun lalu, Dana Desa masih ditransfer ke dua rekening. Yakni dari Bank Jateng dan BKK,” katanya.

Ia mengakui harus bekerja ekstra keras dalam pencairan tiga tahap Dana Desa. Tersedia waktu tak banyak untuk menyiapkan pencairan di tiap tahapnya. Pada tahun ini, Dana Desa Rp 139 miliar atau naik sekitar Rp 830 juta dari tahun lalu.

Kepada pengelola Dana Desa, ia meminta prestasinya ditingkatkan. Baik itu laporan penggunaan uang dan realisasi kegiatan.

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan potensi daerah potensial dikembangkan melalui Dana Desa. Dalam hal ini, pengelolanya perlu merencana matang.

“Kader pemberdayaan masyarakat desa (KPMD) silakan bersinergi dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD). Sinergitas yang terbangun mempercepat pembangunan desa,” ujar Juliyatmono. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI