Hindarkan Pedagang dari Cemaran Gas Buang

SOLO, KRJOGJA.com – Hindari kemungkinan para pedagang tercemari gas buang kendaraan bermotor, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akhirnya memilih memperpanjang sewa Alun-alun Utara (Alut), terkait revitalisasi Pasar Klewer sisi Timur yang bakal dikerjakan tahun ini. Selama proses revitalisasi, semula pedagang akan ditempatkan di pasar darurat dengan memanfaatkan lantai basement Pasar Klewer Barat yang biasanya digunakan untuk areal parkir. Namun niat itu diurungkan, dan mengalihkannya ke Alut yang semula juga digunakan sebagai pasar darurat selama pembangunan Pasar Klewer Barat.

Menjawab wartawan, di Balaikota, Jumat (14/7/2017), Kepala Dinas Perdagangan (Disdag), Subagyo, mengungkapkan, kondisi basement Pasar Klewer Sisi Barat kurang memungkinkan jika dimanfaatkan untuk pasar darurat. Selain atap terlalu rendah, juga cemaran gas buang dari aktivitas parkir kendaraan bermotor, berpotensi mengganggu kesehatan pedagang maupun konsumen.

Dari sisi ekonomi, jelas Subagyo, penempatan pasar daruerat di lantai basement memang relatif murah, sebab tinggal membuat sekat darurat antar kios. Sebaliknya, jika dialihkan ke Alut, memunculkan konsekuensi biaya lumayan besar, karena harus membayar uang sewa ke Keraton Kasunanan Solo, seperti halnya dilakukan saat lokasi tersebut dimanfaatkan untuk pasar darurat pedagang Pasar Klewer sisi Barat. "Masa sewa Alut yang akan berakhir pada beberapa bulan ke depan, akan diperpanjang selama satu tahun," ujarnya sembari menyebut, sedangkan kios pasar darurat memanfaatkan bangunan lama yang kebetulan hingga kini belum dibongkar.

Menjawab pertanyaan, besaran sewa, Subagyo belum bisa memastikan, karena sejauh ini masih dilakukan pembicaraan dengan pemangku kepentingan Keraton Kasunanan Solo. Mengacu pada tarif sewa saat digunakan untuk pasar darurat pedagang Klewer sisi barat, besaran sewa mencapai Rp 2,5 miliar per tahun, meliputi seluruh areal Alut. Namun, areal yang akan digunakan untuk pasar darurat pedagang Klewer sisi Timur, hanya separo dari total luasan Alut, sehingga kemungkinan ada perhitungan agak berbeda.

Jumlah kebutuhan kios di pasar darurat pedagang Pasar Klewer sisi Timur, jelasnya, hanya sebanyak 546 unit sesuai jumlah pedagang, sementara total kios yang tersedia dan telah dikosongkan sejak Arpil lalu, mencapai 1.200 unit. Rencananya, kios yang akan dipergunakan untuk menampung pedagang Pasar Klewer Timur selama revitalisasi berlangsung tetap dipertahankan, sedangkan kios yang lain dibongkar melalui proses lelang.

Sedianya, pembongkaran pasar darurat di Alut itu sudah dilakukan pada Juni lalu, hanya saja saat digelar lelang tak satupun dari peserta lelang mengajukan penawaran. Demikian pula ketika dilakukan lelang ulang, belum juga membuahkan pemenang. Akan dilakukan evaluasi lagi, ujarnya, terlebih populasi kios yang akan dibongkar mengalami perubahan, terkait sebagian akan dimanfaatkan untuk menampung pedagang Pasar Klewer Sisi Timur.(Hut)

BERITA REKOMENDASI