Honor Saksi TPS Dikemplang, Koordinator Lapor Polisi

SOLO, KRJOGJA.com – Merasa dicurangi, seorang koordinator saksi pemilu dari salah satu DPC Parpol di Solo melapor ke polisi. Ia mengadukan fungsionaris parpolnya berinisial AK dan KS. 

"Awalnya, PPIR (Purna Pejuang Indonesia Raya) diberi mandat DPC menunjuk saksi pemilu. Karena kami bertugas di sayap partai, sehingga menyanggupi. Surat mandat juga saya terima selaku sekretaris PPIR, di Lorin Hotel pada 11 Februari," kata pelapor, Supardi kepada wartawan.

Setelah itu, ia merekrut 3.464 saksi dalam waktu dua pekan dengan diawali pengumpulan salinan KTP. Per dokumen yang dikumpulkan, ia berkewajiban memberi uang lelah ke koordinator lapangan Rp 10 ribu-Rp 25 ribu. Uang itu awalnya dibayar pribadi Supardi, namun akhirnya diganti kas DPC.

Sedianya, DPC melakukan verifikasi para saksi setelah merekrut dan memberi pelatihan. Namun hal itu tidak terjadi.  Tiba saatnya saksi bertugas, mereka diberi uang panjar masing-masing Rp 50 ribu. Padahal menurut Supardi, DPC parpolnya menjanjikan Rp 100 ribu per saksi TPS. Di tiap TPS diterjunkan satu saksi pemilu presiden dan satu saksi pemilu legislatif. Setahu dirinya, DPC akan melunasi sisa honor saat lembar C1 dikumpulkan ke kantor DPC. Namun hal itu tak sesuai harapan.

"Akibatnya, para saksi menagih ke saya. Padahal saya hanya diberi mandat. Tidak berwenang menanganinya. Akhirnya, saya merogoh uang pribadi untuk membayar sisanya. Meski hanya sebagian, sudah habis Rp 75 juta-Rp 80 juta. Padahal kekurangannya Rp 173.400.000," katanya. 

Bukannya disambut positif, permintaannya membayar sisa honor ke AK dan KS direspons kurang mengenakkan. Bahkan terjadi insiden di kantor DPC parpol tersebut yang menyeret Supardi menjadi terlapor kasus dugaan perusakan aset. 

Kuasa hukum Supardi dari Sapto Raharjo and Partners, Sapto Dumadi Ragil Raharjo mengatakan kasus tersebut dilaporkan ke Polresta Surakarta pada 13 Juni 2019. Saat ini, pihaknya sedang melengkapi bukti dan menyiapkan pemanggilan saksi. 
"Ada dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan AK dan KS. Sebab, memang ada dana saksi yang ternyata tidak dicairkan seluruhnya," katanya. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI