Hujan Berkurang, Petani Kuatir

SRAGEN (KRjogja.com) – Para petani di Kabupaten Sragen yang biasa menggarap sawah tadah hujan mulai kuatir karena intensitas hujan yang mulai berkurang. Sedangkan kebutuhan air sedang banyak-banyaknya untuk tanaman padi yang sudah berumur sebulan lebih.

Kepala Dinas Pertanian Sragen, Eka Rini Mumpuni kepada wartawan Selasa (30/08/2016) mengatakan intensitas hujan memang mulai berkurang beberapa hari terakhir. Untuk sawah irigasi teknis yang dekat dengan sumber air dan waduk, hujan yang berkurang bukan menjadi masalah besar. Karena kondisi sumber air masih aman untuk beberapa waktu ke depan.

Tapi, kata Eka, untuk sawah tadah hujan di daerah yang jauh dari sumber air, hujan yang berkurang menjadi ancaman serius. "Khususnya persawahan di Kecamatan Masaran, Gemolong dan Ngrampal yang selama ini mengandalkan air hujan, jelas terancam. Di beberapa daerah tersebut, sumber air memang cukup jauh," ujarnya.

Menurut Eka, salah satu upaya petani untuk menjaga kelangsungan masalah pengairan di sawah tadah hujan, yakni dengan melakukan penyedotan air. Petani biasa menggunakan BBM kenis premium untuk menghidupkan mesin pompa air di sawah. "Makanya kami berharap pembelian premium oleh petani tidak dipersulit. Petani butuh bahan bakar premium untuk pompa irigasi," jelasnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI