IIBF Dorong Partisipasi Politik Kalangan Bisnis

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Pengaruh politik dalam kebijakan ekonomi merupakan faktor penentu keberhasilan gerakan beli Indonesia. Sehingga, kalangan pengusaha nasional didorong aktif berpartisipasi dalam sistem tersebut.

Hal itu dikatakan Presiden Indonesia Islamic Business Forum (IIBF), Heppy Trenggono kepada KRJOGJa.com usai menyelenggarakan silaturahmi nasional tahun ke-8 di River Hill Tawangmangu, Rabu (06/09/2017).

“Pengusaha tidak hanya harus cerdas dalam ekonomi, namun juga berpolitik. Jangan beranggapan masalah bangsa ini bukan urusan kalangan pengusaha. Penyelesaian persoalan bangsa, terutama di bidang ekonomi, butuh sentuhan penguasa. Nah, di situlah kita harus masuk,” katanya.

Kebijakan pemerintah di bidang ekonomi terlihat belum sepenuhnya berpihak pada rakyat. Persaingan tidak sehat makin menggerus nilai-nilai kebangsaan dan memperbesar pengaruh kapitalis. Gerakan beli Indonesia sangat membutuhkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan daya saing produk lokal. Partisipasi pengusaha berpaham kebangsaan dalam sistem politik di Indonesia memperbesar kesempatan pemulihan ekonomi dan mandiri di sektor tersebut.

“Pengusaha memiliki pengaruh besar di masyarakat. Memungkinkan terwujudnya suatu hal. Selama ini, partisipasinya di politik masih rendah. Padahal dengan kemampuan kita di sumber daya keuangan, mampu membangkitkan ekonomi kerakyatan,” katanya.

Direktur Kaderisasi IIBF, Ahmad Nursodik mengatakan target jangka panjang pengusaha muslim nasional dalam gerakan beli Indonesia akan ditempuh melalui pencapaian target-target jangka pendek. Salah satunya mengajak anggotanya yang berkecimpung di bisnis kuliner untuk menyerap gula petani. Sebagaimana diketahui, penjualan gula dalam negeri di pasar tersendat-sendat. Target jangka pendek lainnya menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah untuk memakai produk lokal.

“Perekonomian di Kulonprogo tumbuh delapan persen setelah tiga tahun gerakan beli Indonesia diterapkan di kabupaten itu. Kepala daerahnya mewajibkan PNS membeli beras lokal 10 kilo per bulan. Setiap hari mengedukasi masyarakatnya menggunakan produk sendiri. Hasilnya, semua sektor ekonomi rakyat tumbuh,” katanya.

Saat ini, 60 ribu lebih anggota IIBF di Indonesia menjajaki kesediaan pemerintah setempat untuk menerapkan gerakan beli Indonesia. Melalui silaturahmi nasional ke-8 bertema ‘Saatnya Kita Bangkit’, para pengusaha muslim nasional kembali menguatkan komitmen tersebut. (Lim)

BERITA REKOMENDASI