Imbas Corona, Anggaran Pilkada Membengkak

Editor: KRjogja/Gus

SRAGEN, KRJOGJA.com – Anggaran pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kabupaten Sragen membengkak sampai Rp 3 miliar imbas pandemi Corona. Pembengkakan anggaran tersebut disebabkan pemberlakuan protokol kesehatan dalam semua tahapan pilkada guna pencegaham Covid-19.

Selain itu, jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) juga bertambah pada pilkada yang dijadwalkan digelar pada 9 Desember 2020 mendatang, Jumlah TPS bertambah dari 1.644 TPS menjadi 2.271 TPS.

Pembekakan anggaran pilkada tersebut diketahui dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Tatag Prabawanto di Aula Opsroom Sekretariat Daerah (Setda) Sragen, Senin (8/6). Rapat dihadiri Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen Minarso, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sragen Dwi Budhi Prasetya, perwakilan Polres Sragen, Kodim 0725/Sragen, Badan Kesabngpolinmas.

“Kami memakai asumsi Pilkada 9 Desember 2020, pedoman dari Kemendagri. Pembengkakan anggaran salah satunya karena adanya tambahan alat pelindung diri (APD) dalam pelaksanaan ‘new normal’ dalam pilkada. Jadi nanti pengadaan APD, disinfektan, ‘hand sanitizer’, dan lainnya akan diambil dari dana refocusing yang nilainya sekitar Rp 3 miliaran,” ujar Asisten III Setda Sragen, Simon Nugroho usai rapat.

BERITA REKOMENDASI