Imbas PSBB Traffic Tol Solo-Ngawi Menurun 60 Persen

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Pengguna jasa jalan tol di ruas Solo-Ngawi anjlok sampai 60 persen. Sepinya lalu lintas di jalan tol disebabkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Direktur Utama PT JSN, Ari Wibowo mengaku memahami kondisi kurang bagus tersebut. PSBB menurutnya tidak menguntungkan pemilik usaha angkutan dan usaha terkait sarana stransportasi.

“Penurunan traffic sampai 60 persen. Sebagai pembanding, momentum mendekati lebaran pada tahun lalu, traffic harian sampai 35 ribu kendaraan masuk tol Solo-Ngawi. Sedangkan rata-rata hariannya di 15 ribu kendaraan. Sekarang hanya 5 ribu kendaraan saja,” katanya kepada wartawan di sela kegiatannya di Karanganyar.

Dia menjelaskan Mobil yang masuk tol di masa pandemi covid-19, sedikit yang mengangkut pemudik lantaran PSBB. Sehingga, jalan tol hanya dilewati mobil rute lokalan Boyolali-Solo-Karanganyar-Sragen. Terkait kebijakan Kemenhub tentang pemberian izin operasional seluruh moda transportasi komersial, ia meragukannya mampu mendongkrak traffic tol yang terlanjur anjlok. “Ada pembatasan dan syarat-syarat diizinkannya kembali operasional moda transportasi. Menurut kami, tidak mungkin bisa normal. Masih di bawah normal,” katanya.

Diakuinya, tol sepi berpengaruh pada keuangan PT JSN. Sedangkan perusahaan ini tak bisa menaikkan sesuka hati tarif jasa penggunaan jalan tol. Di sisi lain, harus menanggung utang bank yang tak sedikit untuk permodalan usaha. “Pembayaran kewajiban ke bank menjadi PR kami. Harapannya mendapat relaksasi angsuran pinjaman dari bank dan pembayaran bunganya,” katanya.

Terlepas dari persoalan tersebut, PT JSN tetap menyediakan fasilitas jalan tol di momentum lebaran seperti posko, patroli, rest area, SPBU, tempat makan dan sebagainya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI