Imbas Rakernas PDIP, Bantuan RTLH di Sragen Digenjot Hingga 8.000 Unit

Editor: Ivan Aditya

SRAGEN, KRJOGJA.com – Instruksi Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Jakarta agar menggenjot pemberdayaan desa langsung ditindaklanjuti di daerah. DPC PDIP Sragen siap mengoptimalkan jumlah bantuan ke desa utamanya untuk program pengentasan kemiskinan.

Salah satunya perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) yang volumenya akan terus ditingkatkan. “Semua komponen di PDIP terus bergerak ke desa karena program memang mengarah ke desa. Apalagi ada penekanan Ibu Ketua Umum di Rakernas, tentunya kami akan lebih perkuat lagi. Nanti kita akan genjot bantuan RTLH karena salah satu kriteria kemiskinan adalah RTLH,” ujar Ketua DPC PDIP Sragen, Untung Wibowo Sukowati usai mengikuti rakernas via daring di Kantor DPC Sragen, Rabu (22/06/2022).

Pria yang akrab disapa Mas Bowo mengatakan, selama ini bantuan RTLH memang sudah menjadi program rutin baik di Pemkab, Pemprov maupun pusat. Namun mengingat masih banyak yang harus dituntaskan, maka ke depan pihaknya akan berupaya meningkatkan volume bantuan RTLH.

Hal itu dimaksudkan untuk mempercepat pengentasan angka kemiskinan di Sragen. Nantinya bantuan RTLH akan difokuskan di wilayah yang masih masuk zona merah kemiskinan hingga tuntas. “Sekarang bantuan sudah ada. Tapi mungkin per desa baru 2 unit, dan satu kabupaten 40 unit. Nah, ke depan kita akan dorong agar ditambah lebih banyak lagi. Kita nanti pertahun bisa 8.000 unit RTLH dari berbagai sumber. Anggarannya bisa dari kabupaten, provinsi dan pusat. Memang semua harus bekerja,” tegasnya.

Bowo yang saat ini duduk sebagai anggota DPRD Provinsi Jateng menambahkan, untuk bantuan RTLH, pendataan akan melibatkan desa dan Dinas Permukiman. Dari desa mengusulkan penerima, nantinya dinas yang memverifikasi kelayakan untuk mendapat bantuan. Dengan makin banyaknya bantuan RTLH yang dikucurkan, diharapkan bisa menurunkan angka kemiskinan.

Selain RTLH, lanjut Bowo, nantinya PDIP melalui jalur legislasi juga akan menggenjot dana PIP untuk menyasar ke desa. Lantas program pemasangan listrik gratis untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) juga akan diupayakan untuk terus ditingkatkan. “Harapan kami semua bisa bersinergi sehingga pengentasan kemiskinan ini bisa semakin cepat,” tambahnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI