Indonesia Butuh Universitas Online?

Editor: KRjogja/Gus

SOLO (KRjogja.com) – Apakah di Indonesia perlu membuka universitas online, menjadi pertanyaan menarik dalam silaturahmi awal tahun 2018 di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Selasa (02/1). Silaturrami diisi orasi tentang "Menyikapi era Disrupsi Inovasi" oleh Dr Senot Sangadji ST MT, staf pengajar fakultas Teknik.

Ia memaparkan di era disrupsi banyak terjadi perobahan yang tidak terbayangkan sebelumnya. Munculnya layanan antar jemput Gojek dan Grab adalah salah satu yang bisa dirasakan. Sementara di sektor keuangan perbankan ada Fintech. Di sejumlah negara maju diwarnai perkuliahan secara online.

"Kita kuliah di perguruan tinggi di AS tidak harus datang ke sana. Bisa diikuti dari ruangan ini," kata Senot. Fenomena ini sudah memunculkan kekhawatiran sejumlah perguruan tinggi kehilangan mahasiswa. Itulah Sentot mengajukan pertanyaan di depan jajaran pimpinan UNS perlukah membuka perkuliahan secara online.

Rektor Prof Dr Ravik Karsidi MS menyambut gembira paparan tren disrupsi. Era itu harus disikapi secara positip. Baik dosen maupun karyawan harus bisa mengikuti perobahan. Dan UNS kini sudah melaksanakan. Setidaknya 400 dari 1300 materi perkulihaan sudah disebarkan secara online. "Ini terus akan kami kembangkan."

Karena Kemenristekdikti juga mempunyai program di atas. Prof Ravik ingin jumlah yang diupload secara online bisa ditambah lagi. Ia menugaskan Prof Dr M Nizam, ketua LPPMP untuk bisa meningkatkan. (Qom)

BERITA REKOMENDASI