Inovasi Putusan Tilang di Kejari Solo

SOLO, KRJOGJA.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo melakukan langkah inovasi dengan program putusan tilang dan pengembalian barang bukti yang akomodatif. Program pelayanan pengembalian barang bukti (BB) tilang ini pihak Kejari Solo menggandeng
PT Pos dan Giro Solo untuk mendistribusikan BB tilang ke pemilik kendaraan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Solo
Nanang Gunaryanto SH MH didampingi Kepala PT Pos dan Giro Solo Wendy Nugroho
kepada wartawan, Kamis (13/8/2020) mengatakan “Dengan menggandeng PT Pos dan Giro, pembayaran denda tilang saat ini tidak hanya dilayani di Kantor Kejari Solo tapi juga di kantor pos di seluruh Solo Raya. Bahkan bulan depan sudah bisa daring (online) secara nasional,” jelas Kajari Nanang Gunaryanto.

Tidak hanya melayani pembayaran denda tilang saja, tapi Kantor Pos dan Giro juga bisa mengirimkan barang bukti ke alamat yang bersangkutan. Dengan tambahan biaya untuk ongkos kirim yang sesuai ketentuan dari PT Pos. Yakni sebesar Rp13.500 untuk wilayah Jawa Tengah dan DIY serta Rp20.000 untuk di luar wilayah Jawa Tengah dan DIY.

“Tahap awal kemarin baru dilayani di dua tempat yakni di Kantor Kejari Solo dan Kantor Pos Solo tapi bulan Agustus ini sudah bisa dilayani di seluruh kantor pos di wilayah eks Karesidenan Surakarta,” jelasnya .

Dengan adanya layanan pembayaran tilang melalui kantor pos tersebut maka pelanggar lalu lintas yang bukan warga Solo bisa membayar denda di kantor pos terdekat. Selain memudahkan, sistem pembayaran semacam itu juga untuk mengurangi adanya kerumunan warga di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini.
Lebih lanjut Nanang mengatakan inovasi yang dilakukan Kejari Solo tersebut bagian dari transparansi dan menuju zona integritas wilayah bebas korupsi. Untuk menuju wilayah bebas korupsi ada enam area perubahan salah satunya adalah peningkatan layanan publik. Layanan pembayaran tilang melalui kantor pos ini juga didukung dari Pengadilan Negeri (PN) Surakarta.

“Inovasi ini juga merupakan Rancangan Proyek Perubahan (RPP) yang diwajibkan dibuat saat mengikuti Diklat Kepemimpinan tingkat II di Semarang. Ini semua juga akan diunggah (upload) dalam website Kejari Solo sehingga transparan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pos Besar Solo, Wendy Nugroho
mengatakan layanan pembayaran denda tilang semacam ini sangat efektif bagi masyarakat.

“Cukup datang ke kantor pos terdekat sudah bisa begitu juga untuk pengiriman barang bukti. Nanti ada dua pilihan apakah akan mengambil sendiri di kantor Kejari Solo atau dikirim lewat pos,” kata Wendy.-(Hwa).

BERITA REKOMENDASI