Insentif Nakes dari Pemerintah Turun Rp 5,8 Miliar

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Dana insentif pemerintah pusat ke tenaga kesehatan di Kabupaten Karanganyar yang bekerja di faskes milik pemerintah dijatah Rp 5,8 miliar. Sejauh ini telah dicairkan Rp 1,89 miliar.

Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Dwi Rushriyanti mengatakan dalam pencairan trip I, nakes di RSUD Karanganyar dan tiga puskesmas telah menyelesaikan administratif sekaligus menerima insentif senilai Rp1.895.995.000 untuk bulan Maret, April dan Mei 2020.

“Saat itu masih awal pandemi. Pemerintah ada insentif untuk nakes yang menangani Covid-19. Di Karanganyar RSUD dan lima puskesmas mengajukan nakes-nakesnya. Dari sisi administratif, mereka lebih siap dan memenuhi syarat. Puskesmas Jaten II, Puskesmas Mojo I, Puskesmas Kebakkramat I. Dari lima itu, hanya RSUD dan tiga puskesmas yang disetujui,” katanya, Kamis (1/10/2020).

Ia menyebut tiap nakes bervariasi memperoleh insentif. Paling tinggi Rp 2,5 juta sedangkan terendah Rp 750 ribu perbulan. Berkas persyaratan dikelola dinas kesehatan kabupaten kemudian dikirim ke Pemprov Jateng. Verifikasi dilakukan Kementerian Kesehatan.

“Penentuannya dengan rumus dan banyak kriterianya. Yang menerima paling tinggi, biasanya memenuhi tugas selama sebulan dengan jumlah pasien tertentu,” katanya.

BERITA REKOMENDASI