Insentif RT dan RW Bisa Dicairkan Sebelum Lebaran

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Sekitar 6.500 ketua rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) di Kabupaten Karanganyar bakal menerima pencairan dana insentif masing-masing Rp 1,5 juta dan dan operasional Rp 500 ribu. Pencairan dana tersebut diupayakan bulan ini atau maksimal sebelum ramadan.

"Jumlahnya RT dan RW 6.400 lebih, hampir 6.500. Insentif mereka masuk alokasi dana desa (ADD). Pemkab sengaja mencairkannya April ini, agar pemanfaatannya lebih dirasakan penerima untuk persiapan menjelang ramadan dan lebaran," ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermasdes) Karanganyar, Utomo Sidi Hidayat, Jumat (20/04/2018).

Nominal insentif ketua RT/RW dalam dua tahun terakhir Rp 1,5 juta mengalami kenaikan dibanding sejak dialokasikan 2014-2016 yang hanya Rp 1 juta. Utomo mengatakan pemkab mengapresiasi mereka yang dinilai punya peran strategis dalam mendorong kesuksesan program pemerintah daerah.

"Ketua RT/RW itu benar-benar penting di lingkungan. Ujung tombak pemerintah ke warga. Sehingga layak diberi apresiasi," katanya.

Adapun dana operasional Rp 500 ribu dapat masuk kas RT/RW untuk kebutuhan alat tulis, kertas dan sebagainya. Utomo mengingatkan pemerintah desa terkait percepatan pelaporan pertanggungjawaban ADD per termin, dimana hal itu menentukan kelancaran pencairan insentif.

"Seingat saya, semua desa sudah melaksanakan ADD tepat waktu. Nanti, pencairannya cash and carry alias tidak perlu transfer ke rekening ketua RT/RW," katanya.

Ditanya total anggaran yang disiapkan, Utomo mengaku tidak ingat. Namun berdasarkan catatan KR pada 2017, Pemkab mengalokasikan anggaran Rp 9,652 miliar untuk dana insentif RT/RW.

Sebanyak 6.435 ketua RT/RW di Bumi Intanpari pada tahun lalu menjadi sasaran penerima insentif tersebut. Dana insentif yang diterima masing-masing ketua RT/RW terkena potongan pajak enam persen sesuai ketentuan.

Sekretaris Desa Doplang, Ade Irawan mengatakan pihaknya diminta mengajukan pencairan insentif serta dana operasional RT/RW pada April. Di desanya terdapat 27 RT dan 11 RW yang belum berlaku pemecahan RT maupun RW selama bertahun-tahun.

"Sebelumnya, sesuai jadwal pencairan itu Mei. Tapi diinstruksi mengajukan pencairan April. Sebenarnya tidak ada masalah. Cuman kita tidak tahu setelah pengajuan, dicairkan kapan" katanya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI