Investasi Terancam, Bupati Surati Menteri Hingga Presiden

Editor: Ary B Prass

SRAGEN, KRJOGJA.com – Penetapan lahan sawah dilindungi (LSD) oleh pemerintah pusat secara sepihak mengancam iklim investasi di daerah. Tak terkecuali Kabupaten Sragen yang terancam kehilangan investor dampak tergusurnya lahan zona industri.
Kondisi ini membuat Pemkab Sragen kecewa dan langsung melayangkan surat protes ke pemerintah pusat. “Kami sudah mengirim surat ke Kementerian ATR/BPN untuk meng-hold semua terkait masalah ini. Memang tidak mudah karena semua sudah teranggarkan dan semua investor sudah masuk, bagaimana kalau kondisinya seperti ini,” ujar Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati kesal, kepada wartawan Kamis (24/3/2022).
Surat tersebut dilayangkan dengan harapan agar penetapan LSD bisa ditinjau ulang. Sehingga tidak mematikan iklim investasi dan pembangunan di daerah khususnya Sragen. LSD yang turun awal Februari 2022 lalu itu, banyak tidak selaras dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan rencana detail tata ruang (RDTR) yang sudah disusun dan ditetapkan oleh Pemkab Sragen.
Celakanya, banyak lahan LSD yang ditetapkan sebagai sawah dilindungi itu dalam RTRW maupun RDTR, sudah dirubah peruntukkannya menjadi lahan untuk zona industri, perumahan dan investasi lainnya. Bahkan, sejumlah investor dan pengembang sudah menanamkan investasinya di lahan-lahan kawasan industri itu. Sehingga jika tidak dilakukan peninjauan ulang, maka arus investasi dan pembangunan akan mandeg.
“Lha ini pertumbuhan ekonomi kita mau naik atau tidak. Jangan salah, RTRW kita sudah punya kesepakatan terkait luasan persawahan. Sudah diskusi panjang lebar kalau Sragen termasuk penyangga pangan. Sehingga luasan sawah pun sudah sesuai sekian hektare. Kita sudah sepakat RTRW zona ini untuk industri, zona ini untuk perumahan. Terus semua tiba-tiba berubah setelah turun LSD yang ditetapkan sepihak. Kalau begini, untuk apa kita capek-capek membuat RTRW,” tegas Yuni
Yuni tak tak menampik LSD yang ditetapkan pusat akan berdampak buruk bagi pembangunan dan pertumbuhan investasi di Sragen. Saat ini sudah ada lebih dari dua investor besar yang masuk dan berinves di lahan zona industri. Belum lagi pengusaha lokal yang sudah ancang-ancang ingin membuat sekolah dan pengembang perumahan.
“Mereka (pengusaha) mau membuat ini itu, ternyata semua lahan yang disiapkan untuk perumahan dan industri itu masuk LSD. Padahal di situ sudah jelas adalah lahan industri,” jelasnya.

BERITA REKOMENDASI