Investor Nihil, TSTJ Fokus Bertahan Diri

SOLO, KRJOGJA.com – Upaya menggandeng investor dalam beberapa tahun terakhir tak kunjung terwujud, pengelolaan Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) fokus bertahan menghidupi diri serta penyelamatan satwa. Kalaupun harus dilakukan pembenahan, cenderung menyangkut hal-hal kecil, terutama terkait dengan penataan lingkungan agar lebih rapi dan nyaman.

"Realisasi rencana revitalisasi dengan menggandeng investor, sejauh ini masih nihil," ungkap Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo usai menerima laporan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perusahaan Daerah (Perusda) TSTJ, di Balaikota, Selasa (21/3/2017). Upaya menggandeng investor untuk revitalisasi kebun binatang, memang cukup sulit, sebab selain penuh resiko terkait keselamatan satwa dilindungi, juga kemungkinan hitung-hitungan secara bisnis kurang menguntungkan dibanding besaran investasi yang ditanamkan.

Beberapa waktu lalu, beberapa calon investor memang sempat manyatakan kesediaannya bekerjasama mengelola TSTJ, namun hingga sekarang belum juga dapat direalisasikan. Bahkan walikota yang akrab disapa Rudy ini menyebut, upaya menggandeng investor nyaris menghabiskan energi dan selalu terhenti pada tahapan penjajagan. "Lebih baik pengelola fokus pada penyelamatan satwa yang memerlukan perlakuan khusus, serta bertahan diri sembari menunggu calon investor," ujarnya.

Dari sisi arus kunjungan wisatawan di obyek wisata d tepi Bengawan Solo ini, menurut Rudy, dari tahun ke tahun cenderung meningkat. pada tahun 2015 misalnya, jumlah pengunjung mencapai 350 ribu orang, atau naik sekitar 15 ribu dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan pada tahun 2016 lalu, jumlah pengunjung tercatat 400 ribu orang. Diproyeksikan, pada tahun-tahun mendatang jumlah pengunjugnakan menaik lagi, setelah Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari berpindah ke TSTJ akhir tahun ini.

Kondisi geografis dan alam TSTJ, menurut Rudy, sebenarnya cukup potensial dikembangkan menjadi sebuah obyek wisata flora dan fauna. Hanya saja, investasi yang diperlukan memang sangat besar, diantaranya penataan ulang segaran, revitalisasi kandang satwa dengan menyesuaikan habitat aslinya, penambahan wahana hiburan, dan sebagainya. Persoalan ketersediaan anggaran itu pula, menurutnya, menjadi kendala utama revitalisasi TSTJ.(Hut)

BERITA REKOMENDASI