Irigasi Tertutup Sedimentasi Petani Gotong Royong Normalisasi Saluran

Editor: Ary B Prass

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Para petani pengguna air wilayah Kalongan digerakkan menormalisasi saluran irigasi yang tertutup sedimentasi. Terdapat tiga titik sedimentasi parah di saluran sepanjang 15 kilometer itu.
Sedimentasi tersebut menghambat aliran air irigasi teknis ke 600 hektare sawah yang tersebar di 11 desa. Di tiga titik itu ketebalan endapan hingga 1 meter.
Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Kalongan, Sumarno mengatakan sedimentasi parah terdapat di dua titik di Desa Kaling dan satu titik di Desa Ngijo. Di bawah jembatan Kali Mubeng yang terletak di Desa Ngijo, ketebalan endapan mencapai 1 meter. Materialnya lumpur bercampur dahan, ranting dan sampah lainnya.
“Saluran irigasi ini diandalkan mengiri 600 hektare sawah di 11 desa wilayah hilir sampai ke Desa Nangsri Kebakkramat,” katanya, Minggu (19/12/2021).
Endapan lumpur tersebut memicu pula luapan air irigasi ke permukiman penduduk di Tasikmadu. Meski tidak sampai membanjiri perumahan, namun genangannya menyulitkan pengendara melintas. Lebih lanjut Sumarno mengatakan, dibutuhkan bantuan ekscavator untuk mengeruk sedimentasi sampai ke dasar saluran. Untuk sementara, normalisasi mengandalkan cara manual.
Ia menceritakan, aliran air irigasi teknis yang tersumbat menyulitkan GP3A Kalongan membagi jatah pengairan.
“Petani pengguna irigasi enggak bisa pakai air kalau saluran tersumbat. Memang sumber air tidak hanya dari situ. Sebagian memakai sumur submersibel. Hanya saja kalau memakai sumur listrik, juga boros biayanya,” katanya.

BERITA REKOMENDASI