Islam Hadir Sebagai Agama Pencerah

Editor: Ivan Aditya

SOLO, KRJOGJA.com – Kepemimpinan Islam yang berkeadaban akan menjadi contoh terbaik untuk menyelesaikan persoalan bangsa. Hal ini tidak hanya selesai dengan branding agama damai, ‘friendly’ dan lain-lain, tetapi Islam harus hadir sebagai agama yang mencerahkan yang membawa perubahan dan kemajuan bangsa.

Ketua PP Muhammadiyah , Dr Haedar Nashir mengemukakan hal tersebut ketika membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) MPM PP Muhammadiyah dan Rembug Tani Berkemajuan di Gedung Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (17/03/2018). Rakornas diikuti Pimpinan Pusat Muhammadiyah, MPM PP Muhammadiyah, seluruh pengurus dan konsultan, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah yang membidangi MPM se-Indonesia.

Juga  Ketua dan Sekretaris MPM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) se-Indonesia, Ketua MPM Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) terpilih. Ikut diundang Ketua Kelompok Dampingan MPM PP Muhammadiyah. Kegiatan akan berlangsung hingga Minggu.

Haedar menegaskan, di abad kedua ini kepemimpinannya ingin mewujudkan Muhammadiyah berkemajuan. Upaya yang dilakukan membangun pusat-pusat keunggulan yang dapat membawa manfaat bagi masyarakat.

“Muhammadiyah punya jiwa Islam berkemajuan, tidak hanya agama sebagai keyakinan, tetapi juga dinul amal yg membawa kemanfaatan pada umat. Seperti 12 Fakultas Kedokteran milik PTM mempunyai program untuk calon dokter dari daerah pinggiran," kata Haedar.

Lewat pusat keunggulan tersebut menurutnya harus dibuktikan dengan gerak dakwah komunitas agar masyarakat bisa terlibat langsung. Rektor UMS Dr Sofyan Anif MSi mengatakan MPM merupakan majelis yang strategis untuk memberdayakan masyarakat.

Pola pemberdayaan menekankan kemandirian, dan menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Kiprah MPM ini disebutnya membuat Muhamamdiyah kian dikenal.

Sedang Ketua MPM PP Muhammadiyah Dr Nurul Yamin mengatakan pemberdayaan bukan mesin organisasi. Tetapi pemberdayaan mengandung unsur sinergi dan strategi amal usaha untuk pemberdayaan masyarakat.

"Pemberdayaan tidak pernah ada kata lelah dan berhenti. Selama masih ada rakyat menderita, tidak ada kata istirahat," tandas Yamin. (Fsy)

BERITA REKOMENDASI