Istri Dikubur Diam-diam, Ternyata Suami Pelaku Pembunuhan

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Suminem (54) warga Harjosari Karangpandan yang meninggal dunia pada Jumat (04/03/2022) lalu ternyata korban penganiayaan. Suaminya, Sutarji (54) ditetapkan tersangka dalam kasus itu. Ia diduga kuat melakukan kekerasan terhadap korban sampai nyawanya melayang.

Kasus ini terkuak dari laporan warga yang merasa curiga penguburan Sumiyem dilakukan diam-diam oleh suaminya. Usai dilaporkan ke kepolisian, makamnya lalu dibongkar. Jenazahnya diautopsi oleh Biddokkes Polda Jateng pada Senin (07/03/2022) lalu di TPU Munggur.

Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Kresnawan Husein mengatakan belum menerima hasil autopsi. Penetapan tersangka didasari pengakuan Sutarji kepada polisi. Ia kini ditahan selama pemeriksaan. Diceritakan, pelaku mengaku tertekan akibat dikejar utang. Ia bertambah emosi karena istrinya yang sakit tak kunjung sembuh. Ia kerepotan sendirian mengurusnya.

“Ada 13 saksi yang kita lakukan pemeriksaan. Satu diantaranya suami korban. Dari hasil yang kita dapatkan, dugaan sementara, Suminem meninggal dunia lantaran dianiaya,” ucap Kasat Reskrim Polres Karanganyar AKP Kresnawan Husein, Senin (14/03/2022).

Sutarji mengakui menendang kepala korban dengan lututnya, saat korban buang air besar dalam posisi jongkok. Tendangan lutut pelaku mengenai muka korban sampai kepala terpental membentur tembok.

Tak sampai di situ saja, saat tubuh korban digendong dari kamar mandi ke kamar tidur, kepalanya kembali membentur dinding. Polisi masih menelusuri adakah faktor kesengajaan dalam insiden itu.

“Pada Jumat (04/03/2022), korban yang sedang terbaring sakit, meminta pelaku mengantarkan ke kamar mandi untuk buang air besar. Usai diantarkan dan dibantu kembali ke ranjang, korban minta tolong lagi diantar ke kamar mandi untuk kedua kalinya. Saat itulah pelaku naik pitam. Ia malah menyuruh istrinya berak saja di ranjang. Karena tidak tahan dengan situasi itu, ia lantas mengantar istrinya ke kamar mandi namun dengan emosi. Di kamar mandi itulah aksi kekerasan dilakukan,” katanya.

Dalam kondisi lemas, istrinya dibaringkan ke kasur. Pelaku sempat memberikan makan bubur dan meminumkan air. Sayangnya korban malah terbatuk lalu meninggal dunia.

Ditanya motif penganiayaan itu, pelaku bilang kesal dengan prahara yang dialaminya. Istrinya yang tak kunjung sembuh dari sakit membuatnya tambah frustasi memikirkan kejaran utang. Atas kejadian tersebut, tersangka diganjar dengan pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman hukuman maksimal lima belas tahun kurungan penjara. (Lim)

BERITA REKOMENDASI