Izin ‘Batching Plant’ Disoal, Topan RI Investigasi

Editor: KRjogja/Gus

SRAGEN (KRjogja.com) – Menyusul adanya indikasi pelanggaran perizinan usaha 'batching plant' milik sejumlah rekanan penyedia jasa konstruksi di Sragen, Tim LSM Team Operasional Penyelamatan Aset Negara RI (Topan-RI) Jawa Tengah menggelar investigasi dan inspeksi. Inspeksi dilakukan oleh Koordinator Wilayah Topan-RI Jateng, Pandu Rangga Buana, Rabu (28/3).

Pandu melakukan investigasi dengan terjun ke lapangan mengecek kondisi usaha batching plant

di Desa Paldaplang, Kecamatan Ngrampal. Di lokasi tersebut, ia sempat mengecek kelengkapan persyaratan perizinan dan dokumen lain. "Selain ke lapangan, kami juga mengecek ke sejumlah pihak termasuk klarifikasi dokumen ke Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Hasilnya dari pihak DPMPTSP menyampaikan usaha batching plant

ternyata sudah memiliki kelengkapan izin," ujarnya.

Pandu menguraikan investigasi dilakukan sebagai bentuk balancing terkait pernyataan salah satu pimpinan LSM Topan-RI Sragen, Agus Triyono yang menengarai dua 'batching plant' di Sragen terindikasi belum dilengkapi perizinan dan analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal). Dengan investigasi ini pihaknya bisa menggali keterangan dan kebenaran perihal keberadaan perizinan dua usaha cor beton tersebut. 

"Jadi kami nggak hanya menyoroti atau mengkritisi semata, tapi benar-benar klarifikasi ke lapangan dan semua pihak. Kalau memang ternyata sudah berizin, berarti memang sudah tidak bermasalah," jelasnya.

Ditambahkan Pandu, dari penjelasan petugas bagian perizinan DPMPTSP, keberadaan 'batching plant' milik salah satu rekanan di Paldaplang memang sudah tidak bermasalah. Kelengkapan dokumen perizinan sudah lengkap dan izin diterbitkan pada tahun 2016 silam. "Izinnya sudah lengkap dan tidak ada masalah," tambahnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI