Izin OnLine Dibuka, Tak Satupun Warga Memanfaatkan

SOLO, KRJOGJA.com – Hampir tiga tahun Pemerintah Kota (Pemkot) Solo meluncurkan layanan perizinan secara online, namun hingga kini belum satu orang pun memanfaatkan fasilitas tersebut. Padahal, lewat layanan online, masyarakat tidak perlu datang ke Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), sebab seluruh proses perizinan dapat dilakukan melalui smartphone dari rumah masing-masing.

Kepala DPMPTSP, Toto Atmanto, menjawab wartawan, di Balaikota, Senin (10/7/2017) mengaku, tak mengetahui secara persis penyebab masyarakat enggan memanfaatkan fasilitas perizinan online. Padahal, sosialisasi telah dilakukan cukup intens, lewat berbagai cara dan media. Sejauh ini, pencari izin, cenderung memilih datang ke kantor dan bertatap muka langsung dengan petugas DPMPTSP, yang mungkin dianggap lebih nyaman.

Dengan kuantitas pemohon berbagai perizinan yang setiap hari rata-rata mencapai 100 hingga 150 orang, menurut Toto, memang masyarakat tidak perlu harus mengantre. Dengan begitu, ketika mereka masih mengalami kekurangan persyaratan, dapat dikonsultasikan dengan petugas secara langsung, serta melengkapinya saat itu juga. Meski begitu, Toto berharap, masyarakat memanfaatkan fasilitas perizinan online, sebab selain lebih cepat, juga menekan kemungkinan terjadi korupsi ataupun pungutan liar (pungli).

Dari 56 enam jenis perizinan yang ditangani DPMPTSP, hingga saat ini memang baru tujuh jenis perizinan yang dapat dilayani secara online, masing-masing izin praktek bidan, izin kerja perawat, izin kerja bidan, daftar ulang Hinder Ordonantie (izin gangguan), Tanda Daftar Perusahaan (TDP) perorangan, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) mikro, Izin Pemanfaatan Ruang (IPR), serta cetak peta. Sedangkan layanan jenis perizinan lainnya, masih dilayan secara offline.

Sejauh ini, pihaknya masih membangun sistem teknologi informasi, hingga pada saatnya nanti secara bertahap, seluruh jenis perizinan dapat dilayani secara online. Selain itu, sejumlah jenis perizinan yang hingga saat ini masih ditangani instansi teknis sesuai bidang masing-masing, juga akan diserahkan ke DPMPTSP. "Proses perizinan yang nantinya akan ditangani (DPTMPTSP) akan mencapai 100 jenis, dan seluruhnya dilayani secara online," ujarnya. (Hut)

BERITA REKOMENDASI