Jadi Cagar Budaya, UPT Kemendikbud Kelola Kraton Solo

SOLO, KRJOGJA.com –  Diproyeksikan menjadi cagar budaya nasional, pengelolaan Keraton Kasunanan Solo akan ditangani Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Peralihan pengelolaan yang diinisiasi pemerintah pusat ini, terkait pula dengan kemelut pertikaian internal keluarga yang terjadi selama belasan tahun terakhir. 

Sekretaris Daerah (Sekda), Budi Yulistyanto, mengungkapkan, pembentukan UPT pengelola Keraton Kasunanan Solo, telah disepakati dalam pertemuan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait, di Jakarta pekan lalu. Hal terpenting dalam pertemuan yang diantaranya melibatkan sejumlah kementerian terkait, Keraton Kasunanan Solo, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, revitalisasi bangunan keraton segera dilakukan guna mengantisipasi kerusakan lebih parah.

Baca Juga : 

Prosesi Tingalan Jumenengan Kraton Solo Berlangsung Khidmat

Jumenengan Raja Kraton Solo Undang Pejabat Penting

Kerabat Kraton Solo Penuhi Panggilan Polisi

Meski pengelolaam keraton nantinya ditangani UPT, jelas Budi Yulistyanto, keberadaan raja tetap dipertahankan, dan nantinya diperkuat dengan kabinet yang dibentuk raja bersama UPT. Namun. belum bisa memastikan struktur kabinet pengelola, sebab masih dalam proses pematangan.  "Yang jelas, lembaga UPT bertanggung jawab terhadap manajemen pengelolaan, biaya operasional, pemeliharaan infrastruktur, serta pemenuhan segala kebutuhan keraton lainnya."

Sekadar informasi, sepeninggal Sinuhun Pakoe Boewono XII beberapa tahun silam, Keraton Kasunanan Solo dilanda konflik keluarga, hingga sempat muncul dua orang raja. Berulang kali rekonsiliasi telah dilakukan, namun belum juga membuahkan hasil maksimal, hingga berpengaruh pada pengelolaan peninggalan dinasti Mataram ini. Bahkan sejumlah bangunan di dalam keraton tak terurus, hingga mengalami kerusakan cukup parah. (Hut)

BERITA REKOMENDASI