Jadi Kebanggaan Warga, Kirab Sesaji Ramaikan Tradisi Dukutan

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Tradisi Dukutan kembali hadir di tengah-tengah masyarakat Lingkungan Nglurah, Kelurahan/Kecamatan Tawangmangu, Selasa (2/10/2018). Dalam kemasan wisata religi, bersih dusun untuk menghormati leluhur kali ini lebih tertata.  

Dari biasanya dipusatkan di Situs Menggung, mulai sekarang warga Nglurah mengenalkan Dukutan ke luar kampungnya dengan mengirab seluruh peserta upacara berikut uba rampe. Warga mengelilingi jalanan lingkungan Nglurah sambil membawa makanan berupa palawija dan jagung yang telah didoakan. Mereka berangkat dari area Situs Menggung sekitar pukul 07.30 WIB, lalu meniti rute kirab untuk kembali ke tempat semula.  

"Kami terus mengevaluasi penyelenggaraan Dukutan. Menambah segala sesuatu agar kunjungan wisatawan ke kampung kami bertambah banyak. Mengingat 90 persen penduduk kampung Nglurah pedagang tanaman hias, alangkah baiknya mempromosikan kampung tanaman hias ini melalu kirab Dukutan," kata Kordinator Lingkungan (Korling), Ismanto Hartono kepada wartawan. 

Sekadar informasi, Dukutan merupakan tradisi turun-temurun di Nglurah tiap Selasa Kliwon wuku dhukutan yang berlangsung tujuh bulan sekali yang mewujudkan syukur ke Tuhan YME. Sejumlah pemuda melemparkan palawija dan jagung sesajen ke arah warga dan rumah yang mereka lewati. 

Menurut Ketua Penyelenggara Dukutan, Sugeng, aksi saling lempar bahan makanan merupakan simbol bersedekah. Proses Dukutan dimulai Senin (1/10/2018) kemarin. Para warga mengumpulkan sedekah nasi jagung, kemudian malam selasa Kliwon digelar tirakatan. Pada pagi harinya pawai keliling dan dilanjutkan pentas wayang kulit pada malam hari.  

"Dukutan kini menjadi obyek wisata religi warga Nglurah yang boleh disaksikan masyarakat umum. Media promosi juga untuk Tawangmangu," katanya. (Lim) 

BERITA REKOMENDASI