Jaga Kondusifitas, Para Tokoh Gelar Deklarasi Damai

Editor: KRjogja/Gus

SOLO (KRjogja.com) – Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) bersama Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida), serta berbegai elemen masyarakat menggelar deklarasi damai yang dberi tajuk 'Rukun Umatku, Damai Kotaku'. Deklarasi damai tersebut, terkait dengan upaya menciptakan situasi kondisi kota Solo yang kondusif dalam rangka peringatan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2017.

Dalam beberapa waktu belakangan, ungkap Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, saat penandatanganan deklarasi di Bale Tawangarum, Balaikota, Kamis (22/12), acapkali muncul isu-isu berbau Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) yang mengancam kebhinekaan bangsa Indonesia. Bahkan isu SARA dipublikasikan secara massive melalui media sosial (medsos), hingga tak jarang masyarakat terkena provokasi.

Dalam situasi seperti itu, dia meminta agar masyarakat semakin cerdas setiap kali memperoleh informasi yang mungkin diragukan kebenarannya, atau bahkan jauh dari fakta yang sebenarnya. "Jangan mudah terhasut dan terprovokasi informasi yang belum jelas sumber kebenarannya, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, sekaligus menjaga kondusifitas kota," tegasnya sembari menyebut, sikap toleransi di kalangan warga Solo, selama ini telah terjaga dengan baik.

Selama ini, masyarakat Solo sangat menghormati kemajemukan serta kebhinekaan, dan itu dimanivestasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dia berharap, deklarasi damai yang melibatkan tokoh agama, pejabat pemerintah, elemen masyarakat, dan sebagainya, bergaung ke seluruh nusantara, sebab Kota Solo acapkali ditempatkan sebagai barometer politik di Indonesia.

Hampir senada, Ketua FKUB, Ahmad Dahlan, menyatakan deklarasi damai diarahkan untuk memperkukuh situasi dan kondisi kota yang telah tercipta selama ini. Kalaupun muncul riak-riak kecil, disebutnya sebagai dinamika yang masih dalam batas kewajaran. Dia berharap, penandatangan deklarasi damai ini mengakar pada masyarakat, setidaknya dalam hal penyikapan terhadap isu-isu yang tidak jelas sumber dan kebenarannya. (Hut)

BERITA REKOMENDASI