Jaga Lawu dari Kerusakan dan Perusakan, Jagawana Dipertegas

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Larangan perusakan hutan Lawu diikuti sanksi hukuman berat bagi pelanggarnya. Kerusakan itu seperti pembalakan, aktivitas memicu kebakaran sampai merusak jalur pendakian dengan menaiki kendaraan bermotor.

Administratur Muda Perum Perhutani KPH Surakarta, Sugi Purwanta mengatakan penegakan hukum di hutan Lawu telah disepakati bersama. Polres Karanganyar selaku perangkat penindakan siap menjalankan tugasnya.

“Kita semua saling mengingatkan untuk menjaga gunung Lawu dari kerusakan dan perusakan,” jelasnya di sela apel siaga antisipasi kebakaran hutan di bukit Mongkrang, Tawangmangu, Senin (31/8).

Perum Perhutani KPH Surakarta mengumumkan orang yang nekat membakar hutan akan diancam hukuman penjara maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp5 miliar. Perhutani memasang spanduk berisi informasi itu di beberapa tempat di area hutan Gunung Lawu. Dasar hukum yang digunakan adalah Undang-Undang (UU) No.41/1999 tentang Kehutanan. Ancaman hukuman dan denda itu untuk pelaku pembakaran hutan. Perum Perhutani KPH Surakarta gencar melakukan tindakan pencegahan kebakaran hutan yang sering terjadi di musim kemarau. Salah satu bentuk pencegahan dengan melarang pembuatan arang tradisional.

Apel siaga tersebut diikuti jajaran TNI, Polri, pemerintah kecamatan, BPBD, serta para sukarelawan.
Sugi Purwanta menyampaikan, seluruh komponen di apel siaga memiliki komitmen sama untuk menjaga kelestarian Gunung Lawu dari kebakaran akibat faktor alam maupun kesengajaan. Hutan Lawu patut dilestarikan karena selain mengkonservasi air, juga menyuguhkan pemandangan indah untuk pariwisata. Pemanfaatannya sekarang mutlak mengikuti aturan.

BERITA REKOMENDASI