Jaksa Agung : Lagi ‘Ngetrend’, Bandar Kakap Mengaku Kurir

WONOGIRI, KRJOGJA.com – Maraknya kasus narkoba dan tindak pidana korupsi di Tanah Air membuat Jaksa Agung RI HM Prasetyo prihatin sehingga memerintahkan jajaran kejaksaan untuk menuntut hukum para pelaku tindak  kejahatan itu secara maksimal hingga vonis mati.

"Meski begitu saya akui ada pihak-pihak tertentu yang mendesak Jaksa Agung diganti atau saya mundur karena dinilai tidak tegas. Padahal sejak saya dilantik sudah ada 18 orang divonis tembak mati," ungkap Jakgung HM Prasetyo dalam jumpa pers di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri, Sabtu.

Selama dua hari di Kabupaten Wonogiri, Jakgung RI  didampingi Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jateng Sadiman dan Bupati Wonogiri Joko Sutopo memimpin langsung bakso sosial (baksos) yakni operasi katarak, pterygium dan hernia gratis bagi warga miskin di daerah itu. 

Melibatkan tim dokter dari RSPAD Jakarta, Medan,  NTB, Semarang dan Bandung baksos yang diprakarsai Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Pusat dan Adhyaksa Dharmakarini Kejati Jateng diikuti  220 pasien dari sekitar 400 calon peserta yang mendaftarkan diri.

Jakgung RI menegaskan sekarang siap menyeret pelaku jaringan narkoba dengan hukuman maksimal. "Saya sering jengkel dan prihatin pengedar narkoba selalu ingin mengelabuhi aparat, setiap tertangkap biasa mengaku hanya mengantar, kurir atau orang suruhanpadahal mereka itu bandar kakap yang juga harus dihukum berat," papar Prasetyo.

Terkait pencegahan kasus korupsi, Jaksa Agung  sudah mengantisipasi dengan membentuk TP4 di tingkat pusat maupun TP4D di setiap kabupaten/kota. Kehadiran jajaran kejaksaan, tidak selamanya ingin menghukum atau memenjarakan orang tapi dengan TP4 maupun TP4D  bertujuan melakukan pencegahan dini agar orang atau pejabat negara tidak berbuat salah (korupsi). (Dsh)

BERITA REKOMENDASI