Jaksa Satriawan Sulaksono Serahkan Diri ke KPK

Editor: Ivan Aditya

SOLO, KRJOGJA.com – Jaksa Satriawan Sulaksono SH, tersangka kasus dugaan gratifikasi proyek Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPU PUPKP) Kota Yogyakarta menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (21/08/2019). Sebelumnya, setelah dinyatakn buron Satriawan Sulaksono diketahui dua hari tak masuk dinas di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo sejak Selasa (20/08/2019) hingga hari ini.

Satriawan Sulaksono sehari-harinya menjabat sebagai Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Penyidikan Pidana khusus (Pidsus) Kejari Solo. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Solo, Rini Hartatie mengungkapkan, Satriawan Sulaksono sudah beberapa hari tidak masuk kerja tanpa alasan."Tapi pihak Kejari Solo tetap beraktivitas seperti biasa, masyarakat tetap dilayani dengan baik," ujar Rini Hartatie di kantor Kejari Solo.

Seperti diketahui Satriawan Sulaksono telah ditetapkan sebagai salah satu tersangka KPK dalam dugaan kasus suap lelang proyek DPU PUPKP Kota Yogyakarta tahun anggaran 2019. Sebelumnya KPK menetapkan tiga tersangka kasus dugaan suap lelang proyek dinas tersebut yakni Yuhan Ana Kusuma selaku Direktur Manira Artha Mandiri, Eka Safitra, Jaksa di Kejari Yogyakarta sekaligus anggota Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) dan Satriawan Sulaksono jaksa di Kejari Solo.

Informasi yang berhasil dihimpun KRJOGJA.com menyebutkan, Satriawan Sulaksono telah menyerahkan diri ke Kejagung dan oleh institusi tersebut diserahkan kepada KPK. Menyinggung hal itu Rini Hartatie mempersilakan untuk menanyakan kepada Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspekum) Kejagung. "Menyangkut masalah tersangka Satriawan itu kewenangan Kapuspenkum Kejagung," katanya.

Sementara itu saat ditelusuri di kediamannya kawasan RT.03/RW.02 Tanon Lor Gedongan Colomadu Karanganyar terlihat sepi. Di depan rumah terparkir mobil Kijang Avanza warna hitam AD-9047-HM.

Ketua setempat Sarjo Handoyo mengatakan pihaknya tidak tahu terkait penetapan tersangka salah seorang warganya oleh KPK. "Saya terakhir bertemu Pak Satriawan saat Shalat Maghrib di masjid kampung Tanon Lor pada Senin kemarin," ujarnya. (Hwa)

BERITA REKOMENDASI