Jalan Desa Tanggan Mirip Medan Offroad

Editor: Ivan Aditya

SRAGEN (KRjogja.com) – Jalan penghubung antarkecamatan di Desa Tanggan Kecamatan Gesi, Sragen, mengalami kerusakan cukup parah. Kendati kondisi jalan sudah seperti medan offroad, namun warga tetap melintasi jalan tersebut karena tidak ada pilihan lain.

Hujan yang turun beberapa hari terakhir mengakibatkan permukaan jalan dipenuhi lumpur. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya truk pengangkut tanah uruk yang melintas. Kendaraan yang melintas, terpaksa harus melaju pelan karena permukaan jalan yang licin.

Salah satu warga setempat, Mukarim mengatakan, kondisi jalan rusak ini sudah berlangsung selama dua tahun terakhir. Perbaikan jalan yang dijanjikan pemerintah sampai sekarang belum ada realisasi. "Kami sudah berkali-kali menagih janji perbaikan jalan, namun belum tahu kapan direalisasi," ujarnya kepada KRjogja.com, Kamis (22/09/2016).

Menurut Mukarim, rusaknya jalan penghubung antarkecamatan ini semakin parah setelah proyek tol Solo – Kertosono (Soker) berlangsung. Pasalnya ratusan truk pengangkut tanah uruk melintas di jalan ini setiap hari.

"Dalam sehari tidak kurang 100 truk tanah melintas lalang di jalan ini. Warga di dua dusun yakni Sapen dan Brangkal terkena dampak langsung akibat kerusakan jalan," jelasnya.

Dua pekan lalu warga sempat menggelar unjuk rasa untuk menuntut biaya kompensasi paparan debu yang ditimbulkan dari truk pengangkut tanah uruk. Saat itu, warga mengusulkan tiap kepala keluarga (KK) mendapat biaya kompensasi Rp 1 juta. Namun, pihak pelaksana proyek hanya menyetujui biaya kompensasi senilai Rp 1,5 juta/RT/bulan.

Sementara itu Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tanggan, Noer Muhammad, menjelaskan di kanan dan kiri jalan rusak itu terdapat SD dan MI. Setiap hari, para siswa dan guru terpapar debu. Mereka juga harus melintasi jalan berlumpur dan berpapasan dengan truk galian C saat berangkat dan pulang sekolah.

Noer berharap kerusakan jalan itu bisa menjadi perhatian Pemkab Sragen. Dia berharap rombongan pejabat bisa melintasi jalan tersebut, biar melihat langsung parahnya kerusakan jalan. "Jalan sudah seperti medan offroad tapi tetap harus dilintasi, daripada harus lewat jalan memutar yang jelas lebih jauh." tambahnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI