Jalur Pendakian Lawu Mulai Dibuka

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Jalur pendakian legal ke puncak Gunung Lawu di Jawa Tengah kembali dibuka setelah beberapa hari disterilkan dari aktivitas tersebut akibat kebakaran hutan. Meski demikian, otoritas pengelola hutan Lawu lebih tegas mengingatkan perilaku rawan pemicu kebakaran.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, Titis Sri Jawoto menandatangani surat pemberitahuan pembukaan jalur pendakian di Cemoro Kandang, Tawangmangu dan Candi Cetho, Jenawi. Surat tersebut tertuju Koordinator Wana Wisata Puncak Lawu.

Surat tertanggal 13 September 2018. Di situ disebutkan, berdasarkan berita acara kejadian situasi pantauan di lokasi kebakaran hutan di Gunung Lawu, tepatnya di Pos 5 pendakian jalur Cetho di Gumeng, Kecamatan Jenawi, titik api sudah padam dan kepulan asap sudah berkurang. Maka jalur pendakian ke Gunung Lawu dinyatakan aman dan dibuka kembali untuk umum. "Berlaku mulai siang ini, jalur pendakian di Cetho dan Cemoro Kandang dibuka," katanya.

Pendakian di jalur itu libur mulai Senin (10/9) akibat kebakaran hutan milik Perhutani di Gunung Lawu perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Menurutnya, surat tersebut sudah disampaikan kepada petugas di lapangan, agar bisa segera dilaksanakan.

"Tapi kami tetap mengimbau kepada pendaki, agar hati-hati. Jangan melakukan hal-hal yang bisa memicu munculnya api. Jangan buang puntung rokok sembarangan, jangan buat api unggun jika malah membahayakan hutan," tegasnya.

Selama beberapa hari terakhir, kebakaran hutan Lawu di Jawa Tengah terdeteksi di beberapa titik. Yakni di Bukit Sodong petak 1C RPH Tambak, BKPH Lawu Utara, tepatnya di Dukuh Babar Rt 04/Rw IV Desa Anggrasmanis, Jenawi. Kemudian di Bukit Mongkrang, Dusun Tlogodringo, Desa Gondosuli, Tawangmangu. Total area kebakaran diperkirakan puluhan hektare.

Camat Tawangmangu Rusdiyanto mengatakan tak melihat pagi titik api di Bukit Mongkrang. Seiring hal itu, Satgas pemadam kebakaran ditarik ke markas. "Personel di lapangan sudah kami tarik. Meski demikian, semua pihak tetap siaga," pungkasnya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI