Jamasan Keris Kyai Pamot, Merawat Warisan Raja Mangkunegara

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Prosesi jamasan atau memandikan keris pusaka Kyai Pamot berlangsung di rumah dinas Bupati Karanganyar, Kamis malam (26/08/2021). Pusaka pemberian KGPAA Mangkunegara VIII ini diwariskan ke bupati Karanganyar dari era terdahulu.

Jamasan tersebut merupakan agenda rutin yang diselenggarakan tiap bulan Muharam pada penanggalan Hijriyah. Pura Mangkunegara mengutus rombongan juru jamasan yang dipimpin Pengageng Wadana Satriya, yakni KRMT Lilik Priyarso Tirtodiningrat.

Pada jamasan tahun ini hanya dihadiri Bupati Juliyatmono, Wabup Rober Christanto dan sejumlah pejabat eselon II. Adapun tahun-tahun sebelumnya ramai disaksikan pejabat lain dan unsur tamu undangan.

Jamasan benda pusaka itu dimulai dengan mengeluarkannya di dalam kotak kayu di almari rumah dinas bupati. Setelah diambil, Kyai Pamot diserahterimakan kepada Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Selanjutnya, bupati menyerahkan Kyai Pamot kepada abdi dalem Pura Mangkunegaran untuk dijamas. Sebelumnya, abdi dalem sudah menyiapkan uba rampe berupa kemenyan, kembang setaman, jeruk nipis, minyak cendana dan perlengkapan lainnya.

Jamasan berlangsung sekitar 20-30 menit dengan membersihkan seluruh bagian Kyai Pamot yang berbentuk keris logam berlekuk. Suasana sakral terasa selama abdi dalem jamasan merapal mantra. Setelah dijamasi, abdi dalem Pura Mangkunegaran menyerahkan Kyai Pamot kepada Bupati Juliyatmono untuk disimpan kembali.

“Jamasan ini dilakukan setahun sekali bertepatan bulan Sura pada kalender Jawa. Jamasan diartikan bagian dari merawat pemberian Raja Mangkunegara,” kata Bupati Karanganyar Juliyatmono kepada wartawan.

Benda bersejarah tersebut merupakan penanda wilayah Karanganyar dulunya bagian dari Mangkunegaran. Keris Kyai Pamot dipercaya pernah dipakai berperang melawan penjajah saat pribumi merebut kemerdekaannya.

“Ini keris untuk menandai ngadeking (berdirinya) Kabupaten Karanganyar yang diperingati tiap 18 November sebagai hari jadi Karanganyar. Yang besok itu sudah berusia 104 tahun,” katanya.

Sedangkan Lilik Priyarso mengatakan ia diperintahkan melakukan jamasan pusaka-pusaka yang disimpan di luar tembok Pura Mangkunegaran Surakarta. Termasuk Kyai Pamot yang dititipkan di rumah dinas bupati Karanganyar.

“Penguasa Pura Mangkunegara pada masa itu berharap seluruh wilayahnya makmur dan masyarakat tenteram dengan meletakkan pusakanya di wilayah tersebut,” katanya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI