Jangan Andalkan Impor Pangan, Dorong Produksi Pertanian Dalam Negeri

Editor: Agus Sigit

KARANGANYAR, KRjogja.com – Stakeholder pertanian didorong memaksimalkan produksi pangan dalam negeri. Dukungan pemerintah diperlukan menyuplai kebutuhannya, alih-alih mengandalkan impor.

“Jangan sampai andalkan impor pangan. Justru mengandalkan produksi dalam negeri. Dari sisi kebijakan hulu sampai hilir. Di hulu, bagaimana regulasi untuk meningkatkan produksi, pupuk yang dinikmati petani, penyediaan alsintan,” kata Wakil Ketua Komisi XI DPR, Dolfie OFP usai membuka training of trainer sekolah lapang pertanian modern sistem organik kelompok tani anggota klaster padi di Desa Karangbangun, Jumapolo, Rabu (13/10).

Dolfie mengatakan regulasi pertanian untuk manajemen hilir juga perlu diseriusi. Utamanya tata niaga beras. Dalam hal ini, petani seringkali mengeluhkan harga gabah jatuh saat panen. Menurutnya, petani butuh proteksi harga. “Pemerintah harus mengatur impor berasnya. Jangan impor saat musim panen. Itu membuat harga gabah jatuh. Yang terpenting jangan mendistorsi petani,” katanya.

Sementara itu sekolah lapang diikuti 50 orang dari wilayah Jumantono, Jatipuro, Jumapolo dan Jatiyoso. Ini merupakan putaran ketiga setelah digelar di Matesih dan Kalijirak. Sekolah lapang yang berlangsung lima hari itu bertujuan melestarikan lingkungan dan merubah sistem pertanian dari kimia ke organik. Membudidayakan tanamannya sehat, dikonsumsi sehat dan berkualitas tinggi.

“Dengan sistem organik diharapkan dapat membuat tanaman mempunyai kualitas tinggi. Sehat untuk manusianya dan sehat juga untuk tanamannya,” papar Ketua AB2TI, Suwignyo.

BERITA REKOMENDASI