Jastani di Karanganyar Sosialisasi Penegakan Hukum

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) memberikan konsultasi berkaitan hukum kepada para petani langsung ke area bercocok tanam. Kegiatan tersebut dibarengkan panen raya padi.

Dalam program sosialisasi bertajuk Jastani atau Jaksa Sahabat Petani di Kabupaten, kegiatan perdana berlangsung di Dusun Jiringan Desa Dawung, Matesih, Karanganyar, Jateng, Selasa (29/06/2021). Program tersebut mengolaborasi kerja penegakan hukum oleh kejaksaan dan ketahanan pangan dinas pertanian.

Kepala Kejari Karanganyar, Mulyadi Sajaen mengatakan Jastani memberi kesempatan penegak hukum lebih memahami kebutuhan masyarakat. Dalam hal ini, mayoritas penduduk Kabupaten Karanganyar yang bercocok tanam, masih awam tentang penegakan hukum.

“Kami langsung ke masyarakat. Khususnya para petani. Memberikan konsultasi gratis. Jaksa turun ke lapangan. Misalnya menyampaikan alur aduan, lalu apa yang diperlukan sampai kepastian hukum perkaranya. Saat sosialisasi ke petani, disampaikan pula program terbaru kejaksaan yakni Si ABG atau siap antar barang bukti gratis. Pengembalian barang bukti tanpa dipungut biaya,” katanya.

Sebelum turun ke sawah, tim kejaksaan terlebih dulu menyampaikan programnya ke petugas penyuluh pertanian di Karanganyar. Kemudian ke stakeholder seperti Pemda, Kodim dan Polres. Usai melaksanakan Jastani di Desa Dawung, Kejari akan bergeser ke gapoktan di daerah selanjutnya.

“Tantangan utama saat ini di masa Pandemi Covid-19. Sosialisasi daring dan luring digelar terbatas dengan protokol kesehatan ketat,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan (Dispertan PP) Karanganyar, Siti Maesyaroch mengatakan Jastani tak sekadar sosialisasi penegakan hukum kepada petani. Namun juga pendampingan aparatnya ke semua program ketahanan pangan. Misalnya pengawalan distribusi pupuk dan bibit tanaman pangan.

“Kami lebih ayem dengan kejaksaan mengawal program pertanian. Jika ada masalah apa-apa, langsung dikoordinasikan ke penegak hukum. Program pertanian dengan penegakan hukum mendukung ketahanan pangan,” katanya.

Sementara itu dalam program Jastani, tim memanen padi di 1 hektare lebih sawah di Desa Dawung. Jenisnya padi pandan wangi dan mentik wangi. Dari luasan itu, dihasilkan 7,5 ton gabah. Usai memanen padi, para jaksa dari Kejari Karanganyar menyampaikan materi sosialisasi ke petani penggarap sawah. (Lim)

BERITA REKOMENDASI