Javanologi Angkat Nasib UMKM

Editor: Ivan Aditya

SOLO, KRJOGJA.com – Akibat Pandemi Covid 19 yang berlangsung lama, membuat Pusat Unggulan Ipteks (PUI) Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo sedikit merobah roadmap yakni ikut memikirkan nasib Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terdampak.

Prof Sahid Teguh Widodo MSi PhD mengatakan pandemi membuat kekes, males bergerak lagi. Hal ini kalau dibiarkan dikawatirkan akan mempengaruhi perekonomian nasional. “Karena itu Javanologi dari perspektif kebudayaan ikut memikirkan dan membantu UMKM,” ujar kepala PUI Javanologi yang didampingi Dr Dewi Retno Sari, ketua panitia, Jumat (10/9).

UMKM secara khusus diangkat sebagai tema Internasional talkshow dan Javanologi Virtual Exhibition 2021 yang melibatkan sedikitnya 6 negara. Melalui saluran ini pelaku UMKM yang menjadi mitra Javanologi diharapkan bisa memanfaatkan untuk menembus pasar eksport.

Enam negara yang dinilai memiliki potensi pasar bagi UMKM, duta besarnya ditampilkan sebagai pembicara dalam talkshow Nunggak Semi: Geliat UMKM Solo Raya Pasca Pandemi, Selasa (14/9) secara daring. Mereka adalah Mochamad Rizki Safari (KBRI New Delhi, India), H.E Mayerfas (Duta Besar RI untuk Belanda), Julang Pujianto (Duta Besar RI untuk Suriname).

Kemudian Salman Al Farisi (Duta Besar RI untuk Afrika Selatan), Hendra Satya Pramana (Konsul Jenderal RI di Noumea, New Caledonia) dan Deny W Kurnia (Konsul Jenderal RI untuk Sanghai, Tiongkok). Talkshow juga menghadirkan Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka dan Rektor UNS Prof Dr Jamal Wiwoho.

Javanologi mengajak 26 UMKM diantaranya Copper Leluhur (kerajinan kuningan dan tembaga), Batik Nderbolo Kliwonan, Dharma Budaya (sentra industri kerajinan wayang kulit), Wedang Uwuh Java Drink (kuliner minuman tradisional), Pengrajin Blangkon Solo Agung TW, Chocotin (oleh-oleh coklat Tawangmangu), Lurik Rachmad (wastra lurik), Djamoe Bude (jamu tradisional Jawa), Gayatri Jewelry (kerajinan aksesoris busana). (Qom)

BERITA REKOMENDASI