Jawa Tengah Ambisi Wujudkan Sentra Pangan Unggulan

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO (KRjogja.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah lakukan pendataan untuk keperluan basis data pertanian. Data ini mencakup keseluruhan berkaitan dengan pertanian untuk mewujudkan Jawa Tengah sebagai sentra pangan unggulan.

Hal tersebut dikatakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menghadiri peringatan Hari Tani Nasional Tahun 2016 di Desa Pandeyan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Sabtu (24/9). Tema peringatan tahun ini yakni Gotong Royong Mewujudkan Jawa Tengah Sebagai Sentra Pangan Unggulan.

Ganjar mengatakan, penyiapan data pertanian sedang dipersiapkan sekarang. Data tersebut diharapkan segera selesai dalam waktu tidak lama lagi. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sangat mengharapkan memiliki data pertanian untuk berbagai keperluan. Salah satu tujuan utamannya yakni mewujudkan Jawa Tengah sebagai sentra pangan unggulan. Selain itu juga upaya meningkatkan kesejahteraan para petani di Jawa Tengah.

“Data pertanian ini berisi banyak hal soal pertanian. Mulai dari luasan lahan pertanian, produktifitas lahan dan lainnya masuk dalam data ini. Sebanyak 35 kabupaten kota di Jawa Tengah nanti bisa memiliki dan mengakses data,” ujar Ganjar.

Usaha untuk mendorong peningkatan produktifitas dan perlindungan hasil pertanian juga dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan meminta petani mengikuti asuransi. Keikutsertaan dilakukan sebagai bentuk perlindungan kepada para petani. Apabila selama musim tanam nanti ditemukan masalah yang dialami petani dan berujung pada gagal panen semisal karena banjir maka nanti akan diberikan ganti rugi. Bentuk perlindungan ini hingga sekarang belum banyak dipahami dan diikuti petani.

“Kami dorong asuransi dibayar negara. Jadi ada perlindungan kepada petani. Ketiga gagal panen maka negara hadir untuk melindungi petani,” lanjutnya.

Dalam keikutsertaan petani mengikuti asuransi pertanian maka wajib membayar premi sebesar Rp 36.000 per bulan. Apabila terjadi gagal panen maka nanti petani bisa mendapat ganti rugi sebesar Rp 6 juta.

Ganjar melanjutkan, bentuk perlindungan maupun kesiapan data pertanian dilakukan sebagai bagian dari usaha memajukan negara. Dengan data yang baik maka pemerintah bisa mengambil kebijakan yang tepat sasaran.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengatakan, sangat mengapresiasi langkah yang diambil Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Penyiapan data pertanian sangat diperlukan tidak hanya untuk kepentingan daerah maupun provinsi saja, melainkan juga pemerintah pusat sangat memerlukannya. Data tersebut untuk Pemkab Sukoharjo juga sangat diperlukan berkaitan dengan luasan lahan pertanian, jumlah petani serta produktifitas panen. Data juga bisa dijadikan acuan mengetahui kebutuhan bahan pangan untuk rakyat. (Mam)

 

 

BERITA REKOMENDASI