Jebakan Listrik Bawa Korban, Mantan Bupati Sragen Usul Gropyokan Tikus

Editor: Agus Sigit

SRAGEN, KRJOGJA.com – Sejumlah pihak prihatin maraknya kejadian petani tewas kesetrum jebakan tikus di Kabupaten Sragen. Korban jiwa yang sudah mencapai 21 orang dalam setahun terakhir akibat jebakan tikus harus segera diakhiri.

Berbagai terobosan diusulkan untuk pemberantasan hama tikus yang aman. Salah satu usulan datang dari Bupati Sragen periode 2001-2011, Untung Wiyono yang tidak lain adalah ayah Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Bupati sepuh ini mengaku prihatin atas rentetan kematian petani akibat kesetrum jebakan tikus.

Untung meminta pemasangan setrum jebakan tikus harus segera dihentikan. Selain membahayakan nyawa pemilik sawah, pemasangan setrum jebakan tikus juga bisa mengenak orang lain. “Saya merekomendasikan solusi yang aman dan ramah lingkungan dengan menggencarkan kembali kembali gerakan gropyokan tikus,” ujarnya Selasa (4/12/2021).

Menurut Untung, gropyokan tikus yang dulu sering dilakukan petani harus kembali digencarkan untuk mengendalikan populasi hama tikus di sawah. Ia meminta dinas terkait menggerakkan kelompok tani atau petani untuk mengaktifkan kegiatan gropyokan. “Gropyokan ini gerakan yang efektif karena bisa membasmi hama tikus dari yang kecil sampai yang besar. Hanya saja memang harus dilakukan serentak di semua wilayah. Jangan parsial, karena kalau hanya sebagian nanti bisa bermigrasi ke wilayah lain,” jelasnya.

Untung meminta seluruh pihak baik pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten bersinergi untuk mengaktifkan gropyokan. “Kami berharap semua unsur bersinergi bahkan dengan ormas atau tokoh masyarakat, tokoh agama harus rembugan bareng. Ini jadi PR besar agar di 2022 pemerintah mampu memberikan solusi untuk masyarakat dala. hal pemberantasan hama tikus,” tandasnya. (Sam)

 

BERITA REKOMENDASI