Jefa Farm Suplai Susu Kambing Domestik

Editor: Ivan Aditya

USAHA mandiri beternak kambing domestik oleh JAFA Farm Karanganyar menguntungkan. Ditengah tingginya permintaan susu kambing segar, ternyata belum banyak penyuplainya.

Usaha yang dirintis warga Cangakan Timur RT.01/RW.02 Karanganyar, Joko Riyanto ini tentu saja berprospek. Pria ini sampai kewalahan melayani pesanan susu kambing segar tiap hari.

Para konsumen susu kambing meyakini khasiatnya bagi tubuh. Selain meningkatkan stamina dan vitalitas juga membantu proses penyembuhan, meningkatkan kecerdasan otak anak dan sebagainya.

“Di Karanganyar baru ada tiga sampai empat tempat penghasil susu kambing segar. Padahal permintaannya lumayan bagus,” kata Joko kepada KRJOGJA.com, Selasa (26/05/2021).

Joko memiliki sembilan kambing yang dipelihara di dalam rumahnya. Lima ekor jenis Saanen dan empat ekor jenis Sapera. Semua hewan betina itu dipelihara di sebuah ruang berpencahayaan cukup.

Ia menyediakan makanan konsentrat dan daun segar. Tiap hari, ongkos pakan tak lebih dari Rp 3 ribu per ekor. Hasil perahan menghasilkan rata-rata 1 liter per ekor per hari. Joko menjualnya Rp 30 ribu per liter susu kambing segar. “Modal dengan hasil penjualan selisih banyak. Usaha ini sangat menguntungkan,” ujarnya.

Ia memiliki pelanggan tetap setiap hari. Nyaris susu hasil perahan tak bersisa. Biasanya, konsumen menerima susu kambing dari Jefa Farm dalam bentuk beku.

“Sehari, 5-10 liter pasti habis. Pemesan ada dari Kepala Dinas Peternakan, suruh kirim tiap dua hari sekali. Lalu langganan lainnya juga,” jelasnya.

Di kandangnya, ia mendesain supaya bersih dan tidak berbau. Ia pun mengundang sesekali dokter hewan untuk memeriksa kondisi kesehatannya.

Penyakit yang umumnya menjangkit seperti umumnya manusia. Yakni flu, kembung dan sakit mata. Jika sudah sakit, kualitas susu pun kurang bagus.

“Obatnya pun pada umumnya manusia. Beleken dikasih super tetra sembuh. Pemberian vitamin mencegahnya pileren atau flu,” katanya.

Kini, Joko menjajaki kerjasama dengan pengusaha kuliner kenalannya di jejaring UMKM. Ia juga mengikuti program pemberdayaan peternak dari Dinas Pertanian Perikanan Peternakan (Dispertan PP).

Rencananya, Pemkab akan mengembangkan UMKM penghasil susu kambing. Bahkan untuk memacu usaha tersebut, akan digalakkan minum susu kambing tiap Jumat.

Joko juga sedang menjalin kerjasama dengan Bimo Aji Sudarsono, pemilik coffee shop Grafity Tawangmangu. Bimo meracik menu baru kopi yang di-mix susu kambing. Respons pasar memang belum kentara. Namun bukan berarti rasanya tidak disukai.

“Baru percobaan. Trial dulu. Susu kambing di warung kami diharapkan memberi kekuatan lebih dan membedakan dari Coffee shop lain. Di warung kami juga menyediakan makanan bahan khas Karanganyar seperti singkong Jarak Towo dan pisang tanduk,” kata Bimo yang juga Ketua Komunitas UMKM Wit Pari.

Jefa Farm juga membuka peluang kerjasama dalam bentuk lain seperti ternak gaduhan. Dalam waktu dekat, investor siap menyuplai beberapa ekor kambing betina. Bagi hasilnya berupa setoran susu perah dan anakan.

“Dari susu kambing, selain dikonsumsi segar, bisa diolah menjadi yogurt, bahan kosmetik, obat dan sebagainya. Sehingga masih terbuka peluang pengembangannya,” kata Joko lagi. (Abdul Alim)

BERITA REKOMENDASI