Jelang Batas Akhir, Pedagang Klewer Buru-buru Pindahkan Dagangan

SOLO, KRJOGJA.com – Menjelang batas akhir pengosongan, pedagang Pasar Klewer sisi Timur terburu-buru, memindahkan barang dagangan ke pasar darurat di kawasan Alun-alun Utara (Alut) Keraton Kasunanan Solo. Sebagian pedagang memindahkan barang dagangan menggunakan becak, sepeda motor, troli, atau bahkan dipanggul. Dijadwalkan, Rabu (20/9) bangunan Pasar Klewer Timur harus dikosongkan, dan segera dibongkar, terkait dengan rencana revitalisasi yang harus rampung pada akhir Desember nanti.

Ketua Paguyuban Pedagang pasar Klewer Timur, Sutarso, menjawab wartawan, di lokasi pasar darurat, Selasa (19/9/2017) mengungkapkan, dari sekitar 500 pedagang, 75 persen diantaranya sudah memindahkan barang dagangan ke pasar darurat. Sebagian pedagang memang terlambat mengantisipasi proses pemindahan, sehingga sampai batas akhir, mereka masih dalam proses pembenahan kios pasar darurat. Pun waktu perpindahan yang disediakan Dinas Perdagangan (Disdag), hanya sepekan, sehingga banyak pedagang seperti kemrungsung.

Meski begitu dia meyakini, pada Rabu (20/9/2017) Pasar Klewer sisi Timur sudah dalam kondisi kosong. Para pedagang yang hingga Selasa (19/9/2017) siang belum memindahkan barang dagangan karena masih menunggu pembenahan kios masing-masing di pasar darurat, pada umumnya telah berkemas. Begitu pembenahan kios di pasar darurat rampung, tambahnya, pemindahan dapat dilakukan dengan cepat, sebab jarak antara pasar lama dengan pasar darurat tak lebih dari 200 meter.

Sejauh pemantauan KRjogja.com di lapangan, Selasa (19/9/2017) siang menyebutkan, di sela penataan barang dagangan di kios pasar darurat, sebagian pedagang langsung memulai transaksi dengan konsumen, baik dalam partai besar maupun eceran. Konsumen pada umumnya merupakan pelanggan tetap, bahkan mereka telah bertransaksi sebelum proses pemindahan di pasar darurat. "Ordernya sudah kemarin-kemarin, sekarang tinggal pembayaran dan pengiriman barang," ujar Sutarto, salah seorang pedagang.

Sementara Kepala Disdag, Subagyo terpisah menungkapkan, penempatan pedagang di pasar darurat tidak dipungut biaya apapun. Hanya saja, selama menempati pasar darurat, pedagang tetap dikenakan Retribusi Pelayanan Pasar (RPP) sebesar Rp 500 per meter persegi per hari, serta retribusi kebersihan sampah senilai Rp 100 per meter persegi per hari. Memang berbeda dengan pedagang Pasar Klewer sisi Barat yang saat menempati pasar darurat dibebaskan dari pembayaran retribusi, jelasnya, karena terkait dengan musibah kebakaran. (Hut)

 

BERITA REKOMENDASI