Jelang Jatuh Tempo, Pelunasan Pembayaran PBB Capai 94 Persen

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO (KRjogja.com) – Pelunasan pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) tahun 2017 mencapai Rp 26 miliar atau 94 persen dari total target Rp 28 miliar. Sisa waktu sampai jatuh tempo pelunasan pembayaran 30 September akan dimaksimalkan petugas untuk melakukan penarikan kepada wajib pajak. Penarikan dilakukan mengingat masih ada wajib pajak belum membayar karena rendahnya kesadaran.

Kepala Badan Keuangan Sukoharjo RM Suseno Wijayanto, Senin (18/9) mengatakan, masih ada waktu selama 12 hari kedepan sampai jatuh tempo untuk merealisasikan target PBB. Sedikitnya sisa waktu akan dimaksimalkan petugas untuk melakukan penarikan. Hal itu dilakukan karena masih ada beberapa wajib pajak belum melunasi kewajibannya. “Pajak itu dibayar sendiri oleh wajib pajak karena kesadaranya sendiri membayar. Tapi ada yang mendekati jatuh tempo belum membayar maka perlu dilakukan penarikan,” ujar Suseno.

Sampai sekarang baru terbayar Rp 26 miliar dari target Rp 28 miliar. Selisih Rp 2 miliar PBB yang belum dibayar wajib pajak mayoritas berasal dari perusahaan. Mereka baru akan membayar saat mendekati jatuh tempo. Badan Keuangan Sukoharjo berkaitan dengan hal itu telah memberikan surat peringatan kepada perusahaan. Intinya perusahaan segera melunasi pembayaran PBB sebelum jatuh tempo.

“Perusahaan biasanya membayar saat tanggal 29 September atau hari terakhir jatuh tempo 30 September melunasi PBB. Itu sudah kebiasaan karena memang berkaitan dengan keuangan perusahaan dengan nilai besar,” lanjutnya.

Perusahaan besar tersebut sebelumnya telah memberikan konfirmasi kepada petugas akan membayar saat mendekati jatuh tempo. Badan Keuangan Sukoharjo juga telah melakukan persiapan agar target pelunasan PBB bisa terealisasi 100 persen.
“Ada juga wajib pajak diluar perusahaan belum melunasi PBB. Kami akan melakukan penarikan dengan jemput bola bersama Bank Jateng menggunakan mobil keliling,” lanjutnya.

Para wajib pajak sengaja diminta melunasi kewajibannya membayar PBB sebelum jatuh tempo untuk menghindari sanksi denda. Sosialisasi terus dilakukan petugas dengan terjun langsung ke masyarakat. “Wajib pajak perlu diingatkan mengenai jadwal jatuh tempo karena batas waktu pembayaran mau habis 30 September,” lanjutnya.

Para wajib pajak yang belum melunasi pembayaran PBB disebabkan karena sejumlah hal. Seperti perantauan, belum menerima SPPT, hingga menunggu batas akhir waktu pembayaran. Untuk yang belum membayar khususnya perantau maka petugas meminta bantuan kepada pihak keluarga. Diharapkan agar mereka bisa saling komunikasi agar segerea melunasi. “Denda diterapkan kepada wajib pajak yang terlambat membayar PBB lebih dari satu bulan,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI