Jelang Panen Raya, Tikus Serbu Sawah

KARANGANYAR, KRJOGJA.com –  Serangan tikus ke areal persawahan di Kecamatan Karangpandan mengancam produktivitas padi pada musim panen sekarang. Terdeteksi serangan masif di Desa Gerdu, Karang dan Desa Dayu.

Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Karangpandan, Supriyanto mengatakan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) itu jelang panen pada musim kali ini lebih masif dibanding musim sebelumnya. Gerakan massal pengendalian hama sampai dilakukan dua kali di Desa Gerdu.

“Gerdu cukup banyak serangannya. Sedangkan di sawah di Desa Karang dan Desa Dayu, sebagian diserang,” katanya kepada KR

, Jumat (2/8).

Masa tanam tidak serentak serta musim kemarau menjadi penyebab serangan tikus sulit dikendalikan. Di tiga desa itu, tanaman padi di sawah mulai muncul bulir-bulirnya. Berlainan dengan desa-desa lain yang sudah atau hampir panen. Kemungkinan, tikus bermigrasi ke sawah di Desa Gerdu, Dayu dan Desa Karang usai tersingkir dari desa-desa lain yang telah mendahului gerakan massal pengendalian hama. Supriyanto mengatakan, penyuluh pertanian di wilayah rawan terserang gencar menyosialisasikan cara ampuh mematikan tikus.

“Sebelum melakukan pengendalian, kami menyosialisasikan dulu ke petani. Ada beberapa cara, yakni menggunakan mercon tikus atau sreng dan pengemposan serta pengumpan.  Seperti sekarang, hama tikus biasanya datang pada saat tanaman padi sudah mulai setengah umur hingga menjelang panen. Cara ini untuk menyelamatkan panen agar tidak gagal,” katanya.

Sebagai catatan, luasan sawah di Karangpandan 1.548 hektare yang tersebar di 11 desa. Ia mengatakan, luasan serangan OPT tengah didata. Opsi gropyokan atau pengendalian secara bersama antardesa dengan menggerakkan petani dan babinsa akan dilakukan apabila serangannya parah.

“Obat pembasmi tersedia. Tinggal penyalurannya sesuai pengajuan,” katanya.

Sementara itu Babinsa Karangpandan, Serma Totok Aristriyanto mengatakan perburuan tikus dilakukannya makin intensif bersama penyuluh pertanian dan warga Dusun Tlogo, Desa Dayu. Pada pekan lalu, ratusan tikus dibabat habis dengan cara pengemposan dan memberi umpan racun.

"Berburu hama tikus tersebut sebagai upaya untuk mengurangi populasinya. Karena serangan hama tikus hampir setiap musim tanam. Harus gencar karena beberapa hari lagi panen padi,” katanya. (Lim)

 

 

BERITA REKOMENDASI