Jembatan Jalur Solo-Surabaya Nyaris Ambrol, Pemerintah Bergerak Cepat

SRAGEN, KRJOGJA.com – Jembatan Gambiran di Sine, Sragen kota nyaris ambrol dan sejak sepekan terakhir hanya dibuka satu lajur. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat berencana mengajukan dana Rp 2,4 miliar melalui mekanisme mendahului anggaran untuk memperbaiki jembatan yang berada di jalur utama penghubung Solo-Surabaya tersebut.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati kepada wartawan Kamis (5/4/2018) mengatakan, mekanisme mendahului anggaran akan segera diajukan ke DPRD guna persetujuan. Diharapkan legislatif akan memberikan persetujuan mengingat pentingnya perbaikan jembatan ini.

Menurut Yuni, beberapa waktu lalu pihaknya langsung menggelar rapat terbatas (ratas) guna membahas Jembatan Gambiran. Pemkab tidak bisa menggunakan dana cadangan pos bencana karena kerusakan jembatan Gambiran bukan termasuk bencana. "Sebenarnya kita punya dana tak terduga, tapi tidak bisa dipakai untuk memperbaiki jembatan itu karena bukan kategori bencana. Makanya diputuskan melalui mendahului anggaran," ujarnya.

Yuni mengaku telah memutuskan ntuk menggunakan dana mendahului anggaran mengingat pentingnya jembatan tersebut. Diharapkan sebelum lebaran, jembatan sudah selesai diperbaiki dan bisa dipakai untuk arus Lebaran. "Secepatnya proses lelang digelar setelah persetujuan dewan turun. Kalau perlu pakai penunjukan langsung biar segera dikerjakan. Dasar hukum penunjukan langsung telah kami siapkan," jelasnya.

Ditambahkan Yuni, jembatan dengan panjang 12 meter dan lebar 18 meter ini dibangun pada 1980. Maksimal tonase jembatan tersebut sebenarnya hanya 10 ton. Tapi selama ini banyak dulalui kendaraan besar dengan tonase lebih dari 20 ton. "Makanya nanti diperbaiki dan diperkuat agar bisa dilewati kendaraan besar dengan tonase muatan tinggi," tandasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sragen, Marija menambahkan, perbaikan Jembatan Gambiran harus segera dilakukan melihat kondisinya sudah darurat dan dalam beberapa bulan ke depan akan memasuki masa mudik Lebaran. "Kami upayakan separuh jembatan sudah jadi dulu, terutama sisi selatan yang kerap dilalui kendaraan berat. Kalau yang sisi utara nanti dilanjutkan perbaikannya setelah Lebaran," tuturnya.

Terpisah, anggota Komisi III DPRD Sragen, Muhammad Harris Effendi, menyayangkan kegagalan Dinas PUPR mendeteksi secara dini potensi kerusakan Jembatan Gambiran. Mestinya Dinas PUPR mempunyai data kondisi jembatan dan jalan yang rusak berdasarkan kategorinya. "Kami melihat pemkab telah kecolongan. Ini bukti lemahnya database infrastruktur di Dinas PUPR. Mestinya dinas sudah bisa mendeteksi mana saja jembatan yang harus diperbaiki berdasar skala prioritas," tambahnya.(Sam)

BERITA REKOMENDASI