Jembatan Sesek Penghubung Lengking – Tanjung Dibangun

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO (KRjogja.com) – Jembatan sesek bambu terakhir penghubung Desa Tanjung, Kecamatan Nguter dengan Desa Lengking, Kecamatan Bulu selesai dibangun. Jembatan sementara tersebut sudah bisa dipakai warga. Selanjutnya akan dilakukan penggantian dengan pembangunan jembatan permanen oleh Pemkab Sukoharjo.

Kepala Desa Lengking, Kecamatan Bulu, Mulyanto, Kamis (18/5) mengatakan, jembatan sesek bambu sebenarnya sudah lama ada dan digunakan warga. Namun pada awal 2017 terjadi bencana setelah jembatan sesek bambu hanyut akibat diterjang banjir. 

Jembatan tersebut berdiri diatas Sungai Bengawan Solo sehingga sangat diperlukan warga untuk melintas. Usai hanyut, warga tidak bisa mengakses dan terpaksa harus memutar arah lebih jauh untuk menghubungkan antara Desa Tanjung, Kecamatan Nguter dengan Desa Lengking, Kecamatan Bulu.

Pentingnya keberadaan jembatan membuat pemerintah desa di dua desa mengajukan permohonan bantuan ke Pemkab Sukoharjo. Hasilnya dikabulkan dengan direncanakannya pembangunan jembatan permanen.
Namun sebelum jembatan permanen dibangun Pemkab Sukoharjo lebih dulu membangun jembatan sesek bambu. Meski sementara namun diharapkan keberadaan jembatan sesek bambu mampu membantu masyarakat.

“Jembatan sesek bambu sudah bisa dilewati masyarakat baik pejalan kaki dan sepeda,” ujarnya.
Keberadaan jembatan sesek bambu akan terus dipantau dan dirawat bersama antara pemerintah desa dengan masyarakat. Hal itu dilakukan agar akses masyarakat tidak terputus sampai pembangunan jembatan permanen direalisasikan.

“Jembatan sesek bambu itu yang terakhir. Setelah ini rencananya Pemkab Sukoharjo akan membangun jembatan permanen,” lanjutnya. 

Rencana pembangunan jembatan permanen diketahui dari sosialisasi oleh petugas. Pemerintah desa dan masyarakat menyambut baik rencana tersebut dan berharap secepatnya direalisasikan.
Warga Desa Lengking, Kecamatan Bulu, Maryanto mengatakan, senang ada lagi jembatan sesek bambu. Meski terbuat dari bambu dan bersifat sementara namun keberadaan jembatan sesek sangat penting untuk masyarakat. 

Jembatan sesek bambu mampu membuka akses masyarakat yang menghubungkan dua desa dan kecamatan. Sebab setelah jembatan sesek bambu hanyut diterjang banjir masyarakat mengalami kesulitan akses. (Mam)

BERITA REKOMENDASI